Saturday, July 7, 2018

SBMPTN Akan Di Ganti Test Center Pada 2019

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengklaim pembentukan test center (pusat layanan ujian) akan mengurangi biaya untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang selama ini membebani calon mahasiswa.
Menristekdikti Mohamad Nasir akan membentuk badan layanan umum agar pengelolaan pusat layanan ujian tersebut berjalan secara mandiri. 
Nasir mengatakan, pusat layanan ujian akan beroperasi dengan memaksimalkan kemajuan teknologi. Menurut dia, pusat layanan ujian dibentuk untuk menekan kecurangan pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang selama ini dikelola oleh masing-masing kampus.
Para calon mahasiswa bisa mengikuti tes di daerahnya masing-masing secara daring, tidak perlu datang ke kampus tujuan.
“Test center itu diharapkan bagaimana meminimalisasi biaya. Memaksimalisasi layanan. Bayangkan, di daerah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal), dia akan ikut tes (SBMPTN) biayanya bisa jutaan rupiah. Kalau dengan test center ini, dia tak perlu datang ke tempat tes itu. Bisa dari jarak jauh. Ini kami dorong ke depan sehingga tes center akan layani seluruh Indonesia yang selama ini baru di 84 PTN,” kata Nasir di Kantor Kemenristekdikti Senayan, Jakarta, Senin, 15 Januari 2018.
Ia mengatakan, pusat layanan ujian ini diproyeksikan bisa berjalan pada seleksi calon mahasiswa tahun ajaran 2019-2020. Menurut dia, dalam pengembangannya, perguruan tinggi swasta (PTS) juga bisa memanfaatkan data dari pusat layanan ujian.
“Mungkin bisa PTS. Tapi selama ini kan UU mengatakan yang wajib didanai pemerintah hanya penerimaan mahasiswa baru di PTN. Nah, dana ini yg harus disediakan sehingg SNMPTN ini gratis SBMPTN sebagian,” kata mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang ini.

Seleksi lebih adil

Pengamat Pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin Soefijanto menilai, rencana pembentukan pusat layanan ujian bagus untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional. Menurut dia, proses seleksi akan berjalan lebih adil karena semua calon mahasiswa mendapat fasilitas yang setara.
“Melalui lembaga yang independen lebih adil bagi calon mahasiswa. Mereka tes beberapa kali, sementara dari sisi perguruan tinggi dapat mengukur kompetensi dengan lebih akurat,” ujar Totok.
Ia menegaskan, seleksi masuk PTN yang diselenggarakan secara independen sama dengan mekanisme yang diterapkan di Amerika Serikat. Menurut dia, di sejumlah negara maju, tes  menggunakan skema SAT Reasoning Test atau berdasarkan potensi minat dan bakat.
“Selama ini penerimaan mahasiswa baru di tanah air, belum berdasarkan tes minat dan bakat, serta kompetensi dasar untuk bidang studi yang dituju,” ujarnya.
Pada tahun ini, seleksi masuk perguruan tinggi masih menggunakan jalur SNMPTNSBMPTN dan seleksi mandiri. SNMPTN untuk memfasilitasi mahasiswa berprestasi. Kampus menelusuri rapor akademik siswa dari Pusat Data Siswa dan Sekolah (PDSS).
Sementara SBMPTN, para calon mahasiswa mengikuti ujian tertulis di masing-masing kampus tujuan dengan pengawasan langsung panitia pusat bentukan pemerintah. 
Pada seleksi mandiri, calon mahasiswa juga mengikuti ujian tertulis, tetapi pengawasannya hanya oleh rektor. Kuota SNMPTN/SBMPTN masing-masing minimal 30% dari total daya tampung kampus, sedangkan seleksi mandiri maksimal 30%.
Karena SNMPTN/SBMPTN kerap dianggap lebih kredibel, banyak kampus yang tidak membuka seleksi mandiri. Seperti ITB yang mengalokasikan 60% kursinya untuk SNMPTN dan 40% untuk SBMPTN.

Perbedaan SNMPTN dan SBMPTN




Buat kalian siswa SMA, wajib hukumnya ngerti dan paham tentang 2 istilah penting ini terutama yang sudah duduk di singgasana kelas 12, apalagi yang nantinya berniat untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Kalau SNMPTN dan SBMPTN aja gabisa bedain, gimana bisa atur strategi ke depannya?

Nah, kalau belum ada gambaran jelas buat masuk PTN gimana? Ya paling engga kan ga kudet kudet amat broh ketika nanti banyak orang di lingkungan sekitar atau di media sosial bicara masalah SNMPTN dan SBMPTN

Buat angkatan 2015 yang sudah tau bedanya SNMPTN dan SBMPTN dari awal kelas 12 selamat!! Artinya kalian mengikuti perkembangan sebelumnya / ga kudet, karena istilah ini sudah muncul sejak tahun 2013. Nah, buat yang belum ngerti  mari dijabarkan perbedaan SNMPTN dan SBMPTN



SNMPTN
Merupakan kepanjangan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri.  Seleksi yang bagaimana? Jadi di dalam SNMPTN, mekanisme seleksi calon mahasiswa PTN berdasarkan dari nilai rapor, nilai UN, prestasi  siswa selama SMA. Sesimpel itukah? Tidak juga,variabel penilaian SNMPTN sendiri juga kurang diketahui khalayak umum ( seperti indeks sekolah, prestasi alumni,dan lainnya bisa dibaca di >> sini ) Tapi inti dari semua penilaian SNMPTN adalah, seleksi ini menggunakan komponen apa yang sudah kita raih selama duduk di bangku SMA, tanpa test. Dulu sebelum tahun 2013 jalur ini dikenal sebagai SNMPTN Undangan.

Nah buat kalian yang masih fresh alias baru baru duduk di bangku SMA, persiapkan sejak dini, pertahankan prestasi dan buat rekam jejak prestasi yang terbaik agar saat mengikuti SNMPTN, kesempatan kalian untuk lolos memiliki presentase yang cukup besar.  Gunakan kesempatan emas ini dengan sebaik mungkin. Kenapa SNMPTN disebut kesempatan emas ? karena seleksinya tanpa test lagi, hanya menggunakan rekam jejak prestasi selama SMA, pendaftarannya gratis dan tentunya penginputan nilai dibantu guru serta kuota bangku kuliah yang di sediakan SNMPTN lebih banyak.

Yap, SNMPTN menyediakan kuota 50% dari kapasitas bangku kuliah yang disediakan. Jadi 50% calon mahasiswa diambil melalui seleksi SNMPTN ini. Ingat, angka 50% ini bukan setengah dari yang mendaftar, namun “setengah dari kursi yang disediakan PTN”. Jadi berapa kursi yang disediakan PTN? Umumnya perjurusan kurang lebih 50-200 kursi. Nah, 50% dari kursi yang disediakan akan diberikan pada mereka yang lolos jalur SNMPTN, sisanya akan diberikan pada mereka yang lolos di jalur lain seperti SBMPTN atau UM.
Jika ingin mendalami pengetahuan tentang SNMPTN untuk persiapan dan strategi di masa depan, bisa lihat di beberapa artikel berikut >> disini



SBMPTN
Singkatan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Walaupun hanya memiliki perbedaan 1 huruf dari SNMPTN, tetapi memiliki perbedaan yang jauh dibanding dengan SNMPTN. SBMPTN ini sendiri merupakan seleksi masuk PTN yang umum, yakni menggunakan nilai ujian tertulis yang diselenggarakan serentak oleh semua PTN. Jadi variabel nilai semasa SMA tidak diperhitungkan, yang diperhitungkan adalah nilai dari hasil ujian tulis masuk PTN yang kalian bisa raih.

SBMPTN sendiri dianggap lebih fair oleh sebagian banyak siswa karena kompetisi masuk berdasarkan kemampuan yang dimiliki di hari itu yang dapat dipersiapkan sebelumnya. Sebenarnya sama fair-nya dengan SNMPTN, namun di dalam SNMPTN, sulit untuk mendapatkan prediksi mengenai lawan dan target yang harus dicapai untuk mengalahkan lawan.

Sedangkan di SBMPTN, kalian bisa mempersiapkan jauh hari untuk mengikuti testnya, kalian bisa memprediksi target untuk mengalahkan lawan melalui jumlah soal yang harus di jawab dengan benar. Dan dalam SBMPTN penilainnya jelas, yakni berdasarkan point yang didapat setelah mengerjakan soal.

Oh iya, perlu diketahui, SBMPTN memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi daripada UN. Bisa digambarkan bahwa UN adalah Pulau Jawa, SBMPTN adalah negara Indonesia. Jadi materi UN merupakan bagian kecil dari SBMPTN. Di SBMPTN juga dikenal sistem pengumpulan point, dari jawaban benar mendapat 4 point, jawaban salah dikurang 1 point dan kosong tidak mendapatkan point. 

Buat yang udah pesimis sama kemungkinan nilai SNMPTN atau buat kalian yang pantang menyerah   ( mencari alternatif selain  SNMPTN ), ada baiknya belajar sejak kelas 12, bahkan bisa lebih dini karena materi SBMPTN lebih susah dibanding UN. Apalagi jika masih semester 5, masih banyak waktu, sebelum waktumu banyak digunakan dan disibukan dengan kegiatan persiapan Uijan Nasional. Percayalah, dari 5 tahun terakhir, siswa belajar SBMPTN jauh lebih hari hasilnya lebih baik ketimbang mereka yang belajar spontan H-1 bulan SBMPTN.

Sekali lagi semua tergantung nasib. Tapi perlu kalian ingat bahwa nasib tidak semata terbentuk karena kehendak Tuhan, tapi nasib itu juga terbentuk karena usaha kalian, ya usaha dan doa , setelah itu Tuhan yang akan memutuskan yang terbaik. Semangat untuk kelas 12, jangan bersantai-santai untuk masa depan.

Thursday, July 5, 2018

Potensi Alam Indonesia

Image result for indonesia potensi
1. Hutan
Hutan di wilayah Indonesia merupakan hutan terbesar ketiga di dunia. Luas hutan Indonesia sekitar 99 juta hektar yang membentang dari Indonesia bagian barat sampai bagian timur. Akan tetapi luas hutan tersebut semakin berkurang dari waktu ke waktu. Padahal potensi hutan Indonesia sangat besar.
Tidak hanya kayunya saja, namun semua makhluk yang mendiami hutan termasuk dalam potensi sumber daya hutan. Keanekaragaman hayati yang berada di hutan bermanfaat dan berperan penting dalam keseimbangan lingkungan hidup.
Hutan bisa dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Beberapa jenis hutan Indonesia adalah hutan lindung, hutan produksi dan hutan konservasi. Berikut pemanfaatan masing- masing jenis hutan tersebut.
  • Hutan lindung – Jenis hutan ini merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai pelindung sistem yang menyangga kehidupan. Pemanfaatan hutan lindung adalah sebagai pengatur ketersediaan air, mencegah erosi tanah, mencegah masuknya air laut ke daratan (banjir rob), mencegah terjadinya bencana banjir dan menjaga kelestarian tanah. (baca : Cara Melestarikan Tanah)
  • Hutan produksi – Pemerintah melalui BUMN dan juga pihak swasta mempunyai hak untuk mengelola hutan produksi. Hak itu disebut dengan Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Hasil hutan produksi dapat berupa kayu maupun non kayu. Beberapa pohon berkayu seperti pohon jati, akasia, pinus, mahoni dan cendana dimanfaatkan kayu nya. Pohon- pohon tersebut ditebang, kayu yang awalnya berbentuk bulat lalu diolah dan dipotong- potong . Sementara hasil hutan non kayu dapat berwujud buah, madu, getah, sutera, sagu dan lain sebagainya. (baca : Manfaat Hutan Bagi Manusia)
  • Hutan konservasi – Hutan jenis ini dimanfaatkan sebagai tempat melestarikan keanekaragaman flora dan fauna beserta ekosistemnya. Contoh dari hutan konservasi adalah cagar alam, suaka marga satwa, dan taman nasional (baca : Pengertian Taman Nasional.
2. Laut
Indonesia pernah dikenal sebagai negara maritim. Ini dikarenakan sebagian besar wilayah Indonesia diliputi lautan dan samudera (baca : Perbedaan Laut dan Samudera). Lautan di wilayah Indonesia kaya akan berbagai jenis ikan yang melimpah. Potensi ikan di laut Indonesia bisa menembus 6 juta ton per tahun. Potensi tersebut menempati urutan keempat pada tahun 2009.
Kementrian kelautan dan perikanan sebagai perwakilan negara talah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah penangkapan ikan. Ikan- ikan hasil tangkapan kemudian diolah menjadi berbagai produk, salah satunya adalah ikan kaleng. Ini sebagai upaya peningkatkan industri perikanan di Indonesia. Tidak hanya ikan, potensi laut Indonesia juga meliputi keragaman biota yang tinggal di dalamnya. Setidaknya terdapat lebih dari 500 jenis rumput laut dan tak kurang dari 900 jenis terumbu karang yang mempunyai potensi besar untuk kehidupan masyarakat Indonesia.
3. Udara
Udara memang tidak nampak di mata, tidak dapat di bau dam juga tidak berasa. Meski demikian udara yang tidak kasat mata itu bisa dirasakan kehadirannya ketika sedang bergerak. Udara yang bergerak itulah yang disebut dengan angin. Udara termasuk dalam potensi sumber daya alam karena memiliki fungsi dan manfaat bagi kehidupan. Selain digunakan untuk bernapas, udara yang berada di lapisan atmosfer bisa melindungi kita dari sinar ultraviolet serta benda- benda luar angkasa yang akan jatuh ke bumi. Udara tersusun dari 3 unsur yang utama yakni udara keringm uap air dan aerosol.
  • Udara kering, ini adalah pembentuk udara yang paling utama. Udara kering memiliki komposisi oksigen, nitrogen dan lain sebagainya. Gas- gas yang berada dalam udara kering itu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari- hari.
  • Uap air, dihasilkan dari proses penguapan atau evaporasi. Cahaya matahari memanaskan air permukaan seperti sungai dan laut. Air yang dipanaskan akan menguap dan uap air tersebut bergabung dengan udara. Uap air berperan dalam proses pembentukan hujan.
  • Aerosol , adalah partikel- partikel berukuran kecil yang melayang di udara. Aerosol dapat berwujud natrium klorida, sulfat, karbon, silkat, kalsium, kalium dan lain sebagainya. Aerosol juga bermanfaat dalam proses kondensasi saat akan terjadi hujan.

4. Tanah
Tanah berasal dari jenis- jenis batuan yang mengalami pelapukan. Semakin banyak batu yang mengalami pelapukan maka semakin tebal tanah yang dihasilkan. Semakin dalam lapisan tanah, maka semakin tua pula umur tanah tersebut. Tanah di Indonesia bisa dikelompokkan menjadi 3 menurut sifat batuan induknya.
  • Tanah vulkanik – Tanah ini terbentuk dari material hasil letusan gunung berapi. Tanah vulkanik jelas lebih subur dari jenis tanah lainnya. Tanah yang subur tersebut sangat membantu dalam bidang pertanian. Ini lah sebabnya kaki gunung menjadi daerah yang cocok untuk bertani dan berkebun. (baca juga : Cara Melestarikan Tanah)
  • Tanah non- vulkanik – Nama lain dari jenis tanah ini adalah tanah tersier yang mana tidak terbentuk dari proses vulkanisme (baca : Pengertian Vulkanisme. Tanah non- vulkanik banyak tersebar di daerah Kepulauan Riang, Bangka dan daerah lain di Pulau Sumatera.
  • Tanah organik – Sebutan lain dari tanah organik yakni tanah humus atau tanah gambut. Tanah organik berasal dari timbunan sisa- sisa tanaman dan banyak terdapat di rawa- rawa. Tanah organik berwarna hitam dan banyak di jumpai di Merauke dan pesisir Kalimantan.

5. Hasil Tambang
Pertambangan menjadi potensi sumber daya alam yang banyak dicari karena nilai ekonomisnya yang tinggi. Tiga hasil tambang yang paling populer di Indonesia adalah minyak bumi, gas alam dan batu bara. Ketiganya dijadikan sebagai sumber bahan bakar dalam berbagai bidang.
  • Potensi sumber daya tambang yang pertama yakni minyak bumi. Potensi minyak bumi terutama di Indonseia terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Indonesia sudah melakukan impor minyak bumi guna memenuhi kebutuhan di dalam negri. Pembangkit listik di Indonesia masih banyak yang menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar.
  • Potensi tambang yang kedua adalah gas alam. Potensi gas alam di Indonesia masih sangat banyak. Cadangan gas alam Indonesia sekitat 2.8 triliun meter kubik. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor gas alam terbesar di dunia. (baca : Cara Pelestarian Gas Alam)
  • Potensi tambang yang ketiga yaitu batu bara. Negara Indonesia berada dalam urutan kelima yang menghasilkan batu bara paling banyak di dunia. Batu bara juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam sektor pembangkit listrik. Hanya saja penggunaannya masih kalah populer dari minyak bumi.

Wednesday, July 4, 2018

Biografi Drs. Mohammad Hatta Sang Proklamator

Profil Singkat Drs. Mohammad Hatta

Nama : Drs. Mohammad Hatta (Bung Hatta)
Lahir : Bukittinggi, 12 Agustus 1902
Wafat : Jakarta, 14 Maret 1980
Ayah: Muhammad Djamil
Ibu :  Siti Saleha
Istri : Rahmi Rachim
Anak :
Meutia Farida
Gemala
Halida Nuriah
Riwayat Pendidikan :
Europese Largere School (ELS) di Bukittinggi (1916)
Meer Uirgebreid Lagere School (MULO) di Padang (1919)
Handel Middlebare School (Sekolah Menengah Dagang), Jakarta (1921)
Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932)
Karir :
Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (7 Agustus 1945)
Wakil Presiden Republik Indonesia pertama (18 Agustus 1945)
Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan (Januari 1948 – Desember 1949)
Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Kabinet Republik Indonesia Serikat (Desember 1949 – Agustus 1950)

Pendidikan Dan Masa Muda Moh. Hatta

Sejak kecil, Hatta dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat pada agama, kakek beliau dari pihak ayahnya yang bernama Abdurahman Batuhampar merupakan ulama pendiri surau batu hampar yaitu salah satu surau yang bertahan pasca perang paderi. Namun pada saat Hatta berumur 7 bulan Ayah beliau yaitu Muhammad Djamil meninggal dunia, dan setelah sepeninggalan ayahnya sang ibu menikah dengan seorang pedagang dari palembang yang sering berhubungan dagang dengan kakek beliau dari pihak ibu yaitu Ilyas Bagindo Marah bernama Agus Haji Ning. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai 4 orang anak perempuan.
Moh.Hatta mengenyam pendidikan formal untuk pertama kali di sekolah swasta, namun setelah 6 bulan beliau pindah ke sekolah rakyat dan sekelas dengan kakaknya Rafiah, Namun tidak begitu lama pelajarannya berhenti di pertengahan semester 3 lalu beliau pindah ke ELS(Europeesche Lagere School) (Sekarang SMA N 1 Padang) hingga tahun 1913. Setelah itu beliau melanjutkan pendidikan beliau di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), sejak menempuh pendidikan di MULO beliau mulai tertarik dengan perkumpulan pemuda dan beliau masuk dalam Jong Sumatranen Bond dan menjadi bendahara.
Pada tahun 1921 hingga 1932, Mohammad Hatta melanjutkan studinya di Handels Hogeschool, Belanda (Kemudian bernama Economische Hogeschool dan kini bernama Universitas Erasmus Rotterdam). Selama studi beliau masuk dalam organisasi sosial yang kemudian menjadi organisasi politik akibat pengaruh dari Ki Hadjar Dewantara, Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo bernama Indische Vereniging. Pada tahun 1922, Indische Vereniging berubah nama menjadi Indonesische Vereniging, Lalu berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia. Pada tahun 1923 Bung Hatta menjadi bendahara dan mengasuh sebuah majalah bernama Hindia Putera (Kemudian bernama Indonesia Merdeka). Pada tahun 1923 pula Hatta lulus dalam ujian Handles economie (Ekonomi Perdagangan) dan pada tahun 1924, beliau non aktif di Perhimpunan Indonesia karena beliau berniat untuk mengikuti ujian doctoral ekonomi diakhir tahun 1925. Namun pada waktu itu ada jurusan baru yaitu hukum negara dan hukum administratif, kemudian beliau memasuki jurusan tersebut karena terdorong oleh minat besarnya pada bidang politik.
Pada 17 Januari 1926, Hatta menjadi pemimpin Perhimpunan Indonesia, akibatnya beliau terlambat menyelesaikan studinya. Dan pada tahun 1926 epatnya pada bulan desember Hatta didatangi oleh PKI yaitu Semaun yang menawarkan pimpinan pergerakan nasional secara umum pada PI Dan terjadilah suatu perjanjian yang dinamai dengan Konvensi Semaun-Hatta. Hal tersebut menjadi alasan bagi pemerintah Belanda untuk melakukan penangkapan pada Hatta. Pada waktu itu Hatta belum menyetujui paham komunis, Stalin membatalkan keinginan Semaun yang berakibat hubungan Hatta dengan Komunisme mulai memburuk, Sikap yang dilakukan oleh Hatta ditentang oleh anggota PI yang telah dikuasai komunis.
Hatta mengikuti sidang “Liga Menentang Imperialisme, Penindasan Kolonial dan Untuk kemerdekaan Nasional” pada tahun 1927 di Frankfurt. Dalam sidang ini Hatta tidak dapat percaya dengan komunis. Pada tahun 1927 tepatnya tanggal 25 september Hatta bersama dengan Ali Sastroamidjojo, Madjid Djojohadiningrat dan juga Nazir Datuk Pamuntjak di tangkap oleh pemerintah belanda atas tuduhan mengikuti partai terlarang yang dikaitkan dengan Semaun dan juga menghasut supaya menentang kerajaan belanda. Mereka semua dipenjara di Rotterdam selama tiga tahun. Pada 22 Maret 1928, sidang kedua kasus Hatta digelar. Dalam sidang, ia melakukan penolakan terhadap semua tuduhan yang diarahan padanya dalam pidatonya yang berjudul “Indonesie Vrij atau Indonesia Merdeka” dan pidato Hatta tersebut diterbitkan menjadi brosur sampai Indonesia. Hatta beserta ketiga rekannya yang lain akhirnya dibebaskan oleh mahkamah pengadilan di Den Haag dari segala tuduhan.

Kembali Ke Indonesia

Sebulan setelah menyelesaikan pendidikannya di Belanda, Hatta kembali ke Indonesia. Di Indonesia, Hatta disibukkan dengan menulis artikel politik dan ekonomi di Daulah Ra’jat dan berbagai kegiatan politik lainnya. artikel tulisan Hatta diantaranya “Soekarno Ditahan” (10 Agustus 1933), “Tragedi Soekarno” (30 Nopember 1933), dan “Sikap Pemimpin” (10 Desember 1933), semua itu Ia tulis sebagai reaksi kerasnya terhadap sikap Soekarno yang ditahan oleh Belanda dan berakhir dengan pengasingan Soekarno ke Ende, Flores.
Setelah mengasingkan Soekarno, Pemerintah Belanda beralih ke Partai Pendidikan Nasional Indonesia. Para pemimpin Partai Pendidikan Nasional Indonesia seperti Moh. Hatta, Sutan Sjahriri, Burhanuddin, Bondan, Murwoto, dan Maskun ditangkap dan kemudian ditahan di penjara Glodok dan Cipinang selama hampir setahun. Setelah itu mereka diasingkan ke Boven Digoel (Papua).

Masa Pengasingan

Hatta dan rekan-rekannya dari Partai Pendidikan Nasional Indonesia tiba di pengasingan yaitu di Tanah Merah, Boven Digoel(Papua) pada Januari 1935. Kapten Van Langen yang saatitu merupakan kepala pemerintahan di Boven Digoel menawarkan 2 pilihan pada mereka yaitu bekerja pada Belanda dengan upah per hari hanya 40 sen dengan harapan bisa kembali ke daerah asal atau tetap menjadi buangan yang menerima makanan in natura engan tidak ada harapan kembali ke daerah asal. Pilihan tersebut Hatta jawab dengan mengatakan bahwa jika ia mau bekerja dengan belanda saat masih di jakarta tentu ia menjadi orang besar dengan gaji tinggi, tak perlu ke Tanah Merah menjadi kuli dengan gaji hanya 40 sen saja.
Selama masa pengasingannya di Digoel, untuk memenuhi kebutuhan hidunya, Hatta menjadi penulis artikel untuk surat kabar Pemandangan. Pada Desember 1935, pengganti Van Langen yaitu Kapten Wiarda mengatakan bahwa tempat pengasingan Hatta dan Sjahrir akan dipindah ke Banda Neira, Januari 1936 mereka berangkat kesana. Disana mereka bebas bergaul dengan penduduk dan disana pula mereka bertemu dengan Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Mr. Iwa Kusumasumantri.

Kembali Dari Pengasingan Dan Masa Kekuasaan Jepang

Pada 8 Desember 1941, angkatan perang Jepang Menyerang Pearl Harbor, setelah itu Jepang mulai menguasai beberapa wilayah termasuk Indonesia. Karena keadaan yang menjadi genting dan ditakutkan para buangan bekerja sama dengan Jepang, kemudian Belanda memindahkan semua buangan ke Australia. Namun Hatta dan Sjahrir yang berada di Banda Neira dipindahkan ke Sukabumi pada 3 Februari 1942. Pada 9 Maret 1942 Belanda menyerah pada Jepang. Lalu pada 22 Maret 1942 , Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Jakarta dan bertemu Mayor Jenderal Harada. Hatta bertanya pada pihak Jepang tentang kedatangannya ke Indonesia dan pihak Jepang mengatakan tidak akan menjajah Indonesia. Hatta ditawari kerja sama dengan jabatan penting, namun Ia menolak dan memilih menjadi penasehat lalu ia diberi kantor dan rumah.

Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Pada 22 Juni BPUPKI membentuk panitia kecil yang dikenala dengan panitia sembilan yang beranggotakan Ir. Soekarno, Bung Hatta, Mohammad Yamin, Ahmad Soebardjo, A.A. Maramis, Abdulkahar Muzakir, Wahid Hasyim, H. Agus Salim, dan Abikusno Tjokrosujoso.
Pada 9 Agustus 1945, bersama dengan Ir.Soekarno dan KRT Radjiman Wedyodiningrat, Bung hatta pergi ke Dalat, Vietnam untuk dilantik oleh Panglima Asia Tenggara Jenderal Terauchi sebagai ketua dan wakil ketua PPKI.
Pada tanggal 16 Agustus 1945, terjadi penculikan Bung Karno dan Bung Hatta oleh golongan pemuda dan mereka membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok dan penculikan ini dikenal dengan Peristiwa Rengasdengklok. Penculikan ini di lakukan agar proklamsi segera dilaksanakan secepatnya.

Menjadi Wakil Presiden RI ke-1 Dan Pengunduran Diri Sebagai Wakil Presiden

Pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta pukul 10.00 WIB, Proklamsi Kemerdekaan dibacakan. Berselang sehari yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945, Bung Hatta resmi menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Bung Karno.
Setelah menjadi wakil presiden, Bung Hatta masih aktif dalam memberikan ceramah ke berbagai lembaga pendidikan tinggi. Pada tanggal 12 Juli 1947, Hatta mengadakan Kongres Koperasi yang pertama (ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia) dan Bung Hatta ditetapkan menjadi Bapak Koperasi Indonesia.
Pada 21 Juli 1947, terjadi Agresi Militer Belanda I. Pada saat hendak menyetujui Perjanjian Renville yang berakibat jatuhnya kabiet Amir, kemudian terbentuk Kabinet Hatta pada 29 Januari 1948 dengan Hatta yang saat itu menjadi Perdana Menteri menjadi Menteri ertahana pula.
Pada tahun 1955, Bung Hatta menyatakan bahwa parlemen dan konstituante telah terbentuk dan Ia akan mengundurkan diri karena menurutnya dengan pemerintahan parlementer kepala negara hanya simbol maka wakil presiden sudah tidak diperlukan. Pada 20 Juli 1956, Bung Hatta menulis surat untuk Ketua DPR namun ditolah secara halus, kemudian ia menulis kembali surat yang sama pada tanggal 23 November 1956 yang berisi bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden pada 1 Desember 1956. Setelah 11 tahun menjabat menjadi wakil presiden, DPR mengabulkan permintaan Hatta mengundurkan diri pada sidang DPR 30 November 1956.

Setelah Pengunduran Diri Sebagai Wakil Presiden Dan Wafatnya Mohammad Hatta

Setelah mengundurkn diri, untu menambah penghasilan dari menulis buku dan mengajar. Pada tahun 1963, saat Presiden Soekarno berada pada puncak kejayaannya, Bung Hatta jatuhsakit dan perlu perawatan ke Swedia yang alatnya lebih lengkap.
Pada 15 Agustus 1972, Pada upacara kenegaraan di Istana Negara , Presiden Soeharto menyatakan bahwa Bung Hatta dianugrahi Bintang Republik Indonesia Kelas I .
Setelah dirawat selama 11 hari di Rumah sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Pada 14 Maret 1980 pada pukul 18.56 Bung Hatta meninggal dunia. Keesokan harinya, Beliau disemayamkan di rumahnya di jalan Diponegoro 57, Jakarta dan kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta dengan upacara kenegaraan yang dipimpin oleh wakil presiden Adam Malik. Pada Tahun 1986, saat pemerintahan Soeharto, Bung Hatta ditetapkan sebagai pahlawan Proklamator dan pada tahun 2012 tepatnya pada tanggal 7 November Beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Tuesday, July 3, 2018

10 Provinsi Dengan Nilai Rata-rata SBMPTN Tertinggi Di Indonesia 2018

Berikut adalah daftar 10 Provinsi dengan nilai rata-rata tertinggi:
Prodi Saintek
1. DI Yogyakarta 612,17
2. DKI Jakarta 608,60
3. Banten 595,90
4. Jawa Tengah 592,43
5. Jawa Barat 590,58
6. Jawa Timur 580,12
7. Lampung 561,38
8. Sumatera Selatan 561,38
9. Sumatera Barat 553,32
10. Riau 548,84
Prodi Soshum
1. DI Yogyakarta 596,11
2. DKI Jakarta 595,24
3. Jawa Tengah 583,30
4. Banten 576,20
5. Jawa Timur 573,45
6. Jawa Barat 568,31
7. Lampung 553,71
8. Sumatera Selatan 542,04
9. Kalimantan Selatan 540,19
10. Nusa Tenggara Barat 538,58(okezone)

10 Universitas Dengan Nilai Rata-rata SBMPTN Tertinggi di Indonesia 2018

Berikut adalah daftar 10 PTN dengan nilai rata-rata tertinggi:
Prodi Saintek
1. ITB 659,26
2. UI 638,29
3. UGM 632,79
4. ITS 623,50
5. UNAIR 610,89
6. IPB 610,09
7. UNDIP 608,69
8. UNS 606,92
9. UNPAD 605,68
10. UPNV Jakarta 599,99
SBMPTN
Prodi Soshum
1. ITB 648,33
2. UGM 648,08
3. UI 643,47
4. ITS 623,60
5. UNAIR 620,13
6. UNDIP 619,87
7. UNPAD 613,42
8. UB 613,42
9. UPNV Yogyakarta 608,59
10. UNS 602,80

#sumber : okezone.com

Sunday, July 1, 2018

Biografi Soekarno Sang Proklamator Bangsa Indonesia

Biodata Ir. Soekarno
Biografi Soekarno
Nama Lengkap : Dr. Ir. H. Soekarno
Nama Kecil : Koesno Sosrodihardjo
Nama Panggilan : Bung Karno, Soekarno, Pak Karno
Lahir : Surabaya, 6 Juni 1901
Wafat : Jakarta, 21 Juni 1970
Orang Tua : Soekemi Sosrodihardjo (Ayah), Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu),
Istri : Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar
Anak : Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Totok Suryawan Soekarnoputra, Karina Kartika Sari Dewi Soekarno, Ayu Gembirowati
Biografi Soekarno
Ir Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli bernama Koesno Sosrodihardjo, karena sering sakit yang mungkin disebabkan karena namanya tidak sesuai maka ia kemudian berganti nama menjadi Soekarno.
Ayah beliau bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Orang tuanya bertemu di Bali ketika ayahnya menjadi guru di Bali dan ibunya merupakan bangsawan di Bali. Soekarno diketahui memiliki saudara atau kakak kandung perempuan bernama Sukarmini.
Masa Kecil
Biografi Soekarno
Soekarno Remaja
Mengenai kisah hidup Presiden Soekarno, semasa kecilnya ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Ia tinggal bersama kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.
Soekarno bahkan sempat bersekolah disana walaupun tidak sampai selesai ikut bersama dengan orang tuanya pindahh ke Mojokerto.
Di Mojokerto, Soekarno kemudian di sekolahkan di Eerste Inlandse School dimana ayahnya juga bekerja disitu sebagai guru. Namun ia dipindahkan tahun 1911 ke ELS (Europeesche Lagere School) yang setingkat sekolah dasar untuk dipersiapkan masuk di HBS (Hogere Burger School) di Surabaya.
Setelah tamat dan bersekolah di HBS tahun 1915, Soekarno kemudian tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau H.O.S Cokroaminoto yang merupakan kawan dari ayah Soekarno.
Masa Remaja Soekarno
H.O.S Cokroaminoto dikenal sebagai pendiri dari Serikat Islam (SI). Di rumah Cokroaminoto lah Soekarno berkenalan dengan para pemimpin Sarekat Islam (SI) seperti Haji Agus Salim dan Abdul Muis.
Soekarno, Kartosuwiryo dan Muso
Dalam Biografi Soekarno yang banyak ditulis, disebutkan bahwa Soekarno akrab dengan Muso, Alimin, Darsono dan Semaun yang kelak dikenal sebagai tokoh berhaluan kiri.
Serta Kartosuwiryo yang kelak mendirikan Darul Islam dan memimpin pemberontakan melawan Soekarno, meskipun pada akhirnya Soekarno sendiri yang menandatangani persetujuan eksekusi mati terhadap Kartosuwiryo yang menjadi sahabatnya ketika masih muda.
Mereka bersama-sama tinggal di rumah H.O.S Cokroaminoto untuk menimba ilmu dan belajar berorganisasi melalui Sarekat Islam (SI). Disini jiwa nasionalismenya akan bangsa Indonesia menjadi sangat besar.
Biografi Soekarno
Kartosuwiryo, Muso dan Soekarno
Soekarno juga sempat ikut dalam organisasi pemuda tahun 1918 yang bernama Tri Koro Darmo yang kemudian berubah nama menjadi Jong Java. Soekarno bahkan aktif sebagai penulis di koran harian bernama Oetoesan Hindia yang dikelola oleh Cokroaminoto.
Di rumah Cokroaminoto, Soekarno muda mulai belajar berpolitik dan juga belajar berpidato meskipun cenderung ia lakukan sendiri di depan cermin di kamarnya. Di sekolahnya yaitu Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno mendapat banyak ilmu pengetahuan
Pada tahun 1921 setelah lulus dari Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno muda kemudian pindah ke Bandung dan tinggal dirumah Haji Sanusi, disini Soekarno kemudian akrab dengan Douwes Dekker, Tjiptomangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara.
Soekarno kemudian masuk ke Technische Hoogeschool (THS) jurusan teknik sipil. Technische Hoogeschool (THS) kelak berubah menjadi ITB (Institut Teknologi Bandung) seperti sekarang. Di tahun yang sama yakni 1921, Soekarno menikah dengan Siti Oetari anak sulung dari H.O.S Cokroaminoto.
Soekarno sempat berhenti kuliah setelah dua bulan masuk di THS namun di tahun 1922 ia mendaftar lagi dan kemudian mulai kuliah dan kemudian lulus pada tanggal 25 Mei 1926 dengan gelar Ir (Insinyur).
Tamat dari THS, Soekarno mendirikan Biro Insinyur tahun 1926 bersama Ir. Anwari yang mengerjakan desain dan rancang bangunan. Ia juga bekerja sama dengan Ir. Rooseno merancang dan membangun rumah.
Selama di Bandung, Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) yang kemudian menjadi cikal bakal dari Partai Nasional Indonesia yang berdiri pada tanggal 4 Juli 1927.
Disini Soekarno kemudian mulai mengamalkan ajaran Marhaenisme. Tujuan dari pembentukan partai Nasional Indonesia adalah agar bangsa Indonesia bisa merdeka dan terlepas dari Jajahan Belanda.
Dipenjara Oleh Pemerintah Kolonial
Dari keberanian Soekarno ini kemudian pemerintah kolonial Belanda menangkapnya di Yogyakarta dan memasukkannya ke penjara Banceuy di Bandung. Kemudian tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Suka Miskin.
BACA JUGA :  Biografi Mohammad Hatta - Proklamator Indonesia
Dalam penjara ini kebutuhan hidupnya semua berasal dari istrinya yang setia menemaninya yaitu Inggit Ganarsih yang menikah dengan Soekarno pada tahun 1923 yang sebelumnya Soekarno telah menceraikan Siti Oetari secara baik-baik pada saat masih di Bandung.
Biografi Soekarno
Soekarno dan Inggit Ganarsih
Inggit yang juga dibantu oleh kakak Soekarno bernama Sukarmini sering membawakan makanan kepada Soekarno di penjara Suka Miskin, hal itulah yang kemudian membuat pengawasan di penjara Suka Miskin makin diperketat.
Menurut Biografi Presiden Soekarno dari beberapa sumber, ia dikenal belanda sebagai seorang tahanan yang mampu menghasut orang lain agar berpikir untuk merdeka sehingga ia kemudian dianggap cukup berbahaya.
Beliau kemudian diisolasi dengan tahanan elit tujuannya agar tidak bisa mendapatkan informasi yang berasal dari luar penjara. Tahanan elit ini sebagian besar merupakan warga Belanda yang mempunyai kasus seperti penggelapan, korupsi dan juga penyelewengan.
Inilah yang menjadi tujuan Belanda agar topik pembicaraan mengenai bagaimana caranya untuk memerdekakan Indonesia tidak sesuai karena rata-rata tahanan elit yang bersama Soekarno adalah orang Belanda.
Topik yang biasa ia dengar sama sekali tidak penting seperti soal makanan dalam penjara dan juga cuaca. Selama berbulan-bulan di Suka Miskin menngakibatkan Soekarno putus komunikasi dengan teman-teman seperjuangannya, namun itu bukanlah hal yang sulit baginya untuk mendapatkan informasi dari luar.
Akhirnya Soekarno menemukan ide baru, dimana ia menggunakan telur sebagai media untuk berkomunikasi dengan istrinya.
Jika teman Soekarno mengalami musibah atau mendapat kabar buruk maka telur yang dibawa oleh istrinya adalah telur asin, itupun beliau hanya dapat menduga-duga sebab ia tidak tahu secara pasti apa yang terjadi diluar sana.
Untuk berbicara dengan Inggit, Soekarno diawasi secara ketat dan juga barang bawaan yang dibawa oleh inggit dari luar penjara selalu diperiksa secara teliti.
Biografi Soekarno
Soekarno
Kemudian Soekarno dan inggit akhirnya menemukan cara yang dianggapnya paling mudah dalam berkomunikasi agar tidak diketahui oleh Belanda yakni dengan media yang sama sebelumnya yaitu Telur dimana cara yang digunakan sedikit berbeda yaitu dengan menusuk jarum ke telur.
Jika satu tusukan pada telur berarti kabar baik, jika tusukan sebanyak dua kali pada telur artinya seorang teman Soekarno tertangkap namun jika terdapat tiga tusukan berarti aktivis kemerdekaan yang ditangkap cukup besar.
Selama berada dipenjara, orang tuanya tidak pernah sekalipun mengunjungi Soekarno alasannya adalah orang tua Soekarno tidak sanggup melihat Soekarno dipenjara, Ia kurus dan hitam selama berada di penjara karena itulah yang menurut ibu Wardoyo sehingga orang tua soekarno tidak mau menjenguk Soekarno.
Agar orang tuanya tidak panik Soekarno sering beralasan bahwa ia sering bekerja dibawah teriknya sinar matahari sehingga kulit-kulitnya menghitam selain itu dalam penjara ia ingin memanaskan tulang-tulangnya karena dalam penjara, ruangannya sangat gelap, lembab dan juga dingin karena sinar matahari tidak ada.
Soekarno dan Pembelaan “Indonesia Menggugat”
Dalam sejarah presiden Soekarno, diketahui bahwa kasusnya disidangkan oleh Belanda melalui pengadilan Landraad di Bandung, ketika sudah delapan bulan berlalu yaitu pada tanggal 18 Desember 1930.
Biografi Soekarno
Soekarno di Pengadilan Belanda
Soekarno dalam pembelaanya membuat judul bernama “Indonesia Menggugat” yang terkenal. Dimana ia mengungkapkan bahwa bangsa Belanda sebagai bangsa yang serakah yang telah menindas dan merampas kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Biografi Soekarno
Soekarno dan Fatmawati
Dari pembelaannya itu kemudian sehingga membuat Belanda semakin marah sehingga PNI bentukan Soekarno dibubarkan pada bulan Juli 1930.
Setelah keluar dari penjara bulan desember 1931, Soekarno kemudian bergabung dengan Partindo tahun 1932 karena ia sudah tidak memiliki partai lagi dan ia kemudian didaulat sebagai pemimpin Partindo namun ia kembali ditangkap oleh Belanda dan kemudian diasingkan ke Flores.
Dalam Biografi Soekarno diketahui bahwa tahun 1938, ia kemudian dibuang ke Bengkulu, disini Soekarno bertemu dengan Mohammad Hatta yang akan menjadi teman seperjuangannya yang kemudian keduanya akan memproklamasikan Kemerdekaan bangsa Indonesia.
Di Bengkulu juga Soekarno kemudian berkenalan dengan Fatmawati yang kelak menjadi istri Soekarno dan ibu negara pertama. Fatmawati merupakan putri dari Hassan Din yang mengajak Soekarno untuk mengajar di Sekolah Muhammadiyah di Bengkulu.
Tahun 1942, kekuasaan Belanda di Indonesia berakhir setelah Jepang masuk menyerbu Indonesia. Soekarno yang sempat akan dipindahkan oleh Belanda ke Australia namun gagal setelah dicegat oleh Jepang.
Soekarno kemudian kembali ke Jakarta. Jepang kemudian memanfaatkan Soekarno berserta pemimpin Indonesia lainnya untuk menarik hati penduduk Indonesia.
Soekarno dan Jepang
Dalam Biografi Soekarno diketahui bahwa Jepang bahkan menunjuk Soekarno untuk memimpin tim persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu BPUPKI dan PPKI setelah berjanji memberikan kemerdekaan bagi Indonesia. Soekarno bahkan sempat terbang ke Jepang untuk bertemu dengan Kaisar Hirohito.
Soekarno terus menerus melakukan pendekatan dan kerjasama dengan Jepang dengan tujuan agar Indonesia segera diberi kemerdekaan. Segala persiapan untuk kemerdekaan Indonesia dilakukan oleh Soekarno seperti merumuskan Pancasila dan UUD 45 sebagai ideologi dan dasar negara serta perumusan teks proklamasi kemerdekaan bersama Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo.
BACA JUGA :  Biografi Jokowi (Joko Widodo) - Presiden Indonesia Ketujuh
Sebelum mengumumkan kemerdekaan Indonesia pada bulan agustus 1945, Soekarno bersama Mohammad Hatta bersama pemimpin Indonesia yang lainnya terbang ke Dalat, Vietnam untuk menemui pimpinan tertinggi kekaisaran Jepang di Asia Tenggara yaitu Marsekal Terauchi. Menjelang proklamasi kemerdekaan, terdapat perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan tua.
Peristiwa Rengasdengklok
Golongan Tua menghendaki agar kemerdekaan Indonesia dipersiapkan secara matang dan golongan muda menghendaki agar kemerdekaan Indonesia diproklamasikan secepatnya.
Hal inilah yang kemudian membuat golongan muda melakukan penculikan terhadap Soekarno dan Mohammad Hatta pada tanggal 16 agustus 1945.
Keduanya kemudian dibawa ke daerah Rengasdengklok dengan tujuan agar segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dan menjauhkannya dari pengaruh Jepang. Peristiwa penculikan ini kemudian dikenal dengan nama Peristiwa Rengasdengklok.
Mengetahui Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa ke Rengasdengklok membuat Ahmad Soebardjo kemudian menjemput Soekarno dan Mohammad Hatta.
Sutan Syahrir yang dikenal sering berseberangan pendapat dengan Soekarno marah mendengar para golongan muda menculik Soekarno dan Hatta dan menyuruh mereka membwanya kembali ke Jakarta.
Tiba di Jakarta, Soekarno dan Muhammad Hatta beserta pemimpin lainnya bertemu dengan Laksamana Maeda di rumahnya di Jl. Imam Bonjol.
Biografi Soekarno
Proklamasi Kemerdekaan
Laksamana Maeda kemudian menjamin keselamatan Soekarno dan para pemimpin lain dan mempersilahkan Soerkarno dan Muhammad untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan.
Bersama dengan Ahmad Soebardjo mereka bertiga merumuskan teks proklamasi kemerdekaan yang kemudian diketik ulang oleh Sayuti Melik.
Presiden Pertama Indonesia
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Juga Moh Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Jepang dimana pada tanggal tersebut juga diperingati sebagai Hari kemerdekaan bangsa Indonesia dimana pancasila kemudian dibentuk oleh Soekarno sebagai dasar dari negara Indonesia.
Proklamasi kemerdekaan inilah yang kemudian membawa Ir. Soekarno bersama dengan Mohammad Hatta diangkat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia dalam sejarah bangsa Indonesia.
Diluar sosoknya sebagai Bapak bangsa Indonesia, tidak banyak yang tahu jika Soekarno pernah menikah sebanyak sembilan kali, kharisma yang luar biasa dimiliki oleh Soekarno melalui penuturan orang-orang yang dekat dengannya.
Itulah mengapa wanita-wanita cantik dapat dengan mudah terpikat dengannya dan dijadikan isterinya. Beliau tertarik dengan wanita yang sederhana dan juga berpakaian sopan.
Istrinya yaitu Fatmawati pernah bertanya pada presiden Soekarno mengenai wanita yang berpenampilan seksi namun beliau menjawab bahwa wanita dengan penampilan yang sopan dan sederhana dan juga tampil apa adanya lebih menarik untuk disukai sebab kecantikan seorang wanita terlihat dari keaslian atau kesederhanaannya.
Soekarno tak menyukai wanita yang berpenampilan seksi seperti memakai rok pendek yang ketat dan memakai lipstik seperti orang yang modern pada umumnya, percaya atau tidak artis Amerika Marylin Monroe sangat menyukai kharisma dari seorang Presiden Soekarno.
Soekarno dan Fatmawati
Presiden Soekarno dan Ibu fatmawati
Wanita idaman Soekarno yaitu wanita yang setia, konservatif dan juga bisa menjaganya. Beliau sangat senang ketika wanita itu bisa melayaninya dan menjaganya.
Pandangannya tentang wanita-wanita Amerika yang menyuruh suaminya mencuci piring membuat fatmawati menjadi terkesima dan juga terpesona akan kesederhanaan dari seorang Soekarno sehingga fatmawati rela menemaninya hingga akhir hayatnya.
Indonesia Dalam Pemerintahan Presiden Soekarno
Selama pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia sebagai negara baru ketika itu bertahan dari berbagai permasalahan yang kerap menggoyahkan stabilitas negara Indonesia. Pertama kali dengan agresi militer yang dilakukan oleh Belanda yang kembali menjajah Indonesia setelah Jepang menyerah.
Kemudian muncul pemberontakan PKI yang dipimpin oleh Muso (kawan lama Soekarno) dan Amir Syarifudin, Pemberontakan Permesta, Pemberontakan Republik Maluku, Pemberontakan APRA oleh Westeling, dan pemberontakan Darul Islam atau DI/TII oleh Kartosuwiryo yang merupakan kawannya sendiri ketika Soekarno masih muda.
Biografi Soekarno
Meskipun banyak dilanda masalah pada awal-awal lahirnya negara, dibawah pemerintahan Soekarno, Indonesia mulai terkenal di mata Internasinal.
Banyak pemimpin dunia seperti John F. Kennedy yang merupakan presiden Amerika ketika itu dan Fidel Castro yaitu presiden Kuba dan pemimpin negara lain menaruh hormat pada Presiden Soekarno.
Indonesia ketika itu dikenal sebagai negara non blok, dan sempat berhubungan erat dengan Rusia dan ditandai dengan pembelian senjata untuk pertahanan secara besar-besaran dari Rusia dan juga untuk melawan Belanda ketika sedang melakukan upaya pembebasan Irian Barat.
Selain itu Indonesia melalui presiden Soekarno membentuk poros Jakarta-Beijing-Moskow yang membuat konfrontasi dengan blok barat semakin tinggi.
Hal ini juga membuat Indonesia semakin berhaluan kiri ditandai dengan semakin berkembangnya komunis ketika itu dimana muncul istilah ‘NASAKOM’ yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno.
Indonesia bahkan sempat berganti sistem pemerintahan dari sistem parlementer menjadi presidensil dari tahun 1945 hingga 1960an.
Dan pada tahun 1960an pergolakan politik yang amat hebat terjadi di Indonesia, penyebab utamanya adalah adanya pemberontakan besar oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) yang dikenal dengan sebutan G30-S/PKI dimana dari peristiwa ini kemudian membuat akhir cerita dari pemerintahan Presiden Soekarno dan juga orde lama berakhir.
Hal ini ditandai dengan adanya “Supersemar” atau Surat Perintah Sebelas Maret di tahun 1966 yang terkenal dan masih menjadi kontroversi sejarah sebab naskah aslinya tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang.
BACA JUGA :  Biografi B.J Habibie - Ahli Pesawat Terbang dan Presiden Ketiga Indonesia
Supersemar dikeluarkan oleh Presiden Soekarno dan berisi himbauan dari Presiden Soekarno ke Soeharto agar bisa mengendalikan Keamanan dan juga ketertiban negara yang ketika itu sedang kacau dan juga berisi mandat pemindahan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto yang kelak menjadikan Soeharto sebagai Presiden yang baru bagi bangsa Indonesia.
Akhir Jabatan Soekarno Sebagai Presiden
Diketahui dalam biografi Soekarno, Setelah jabatannya sebagai Presiden berakhir ditandai dengan diangkatnya Soeharto sebagai Presiden, Ir Soekarno kemudian banyak menghabiskan waktunya di istana Bogor.
Lama-kelamaan kesehatannya terus menerus menurun sehingga ia mendapat perawatan oleh tim dokter kepresidenan hingga tepatnya pada tanggal 21 Juni 1970 Presiden Soekarno atau Bung Karno menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Kepergian sang Proklamator sekaligus Bapak Bangsa Indonesia ke pangkuan Yang Maha Kuasa menyisakan luka yang dalam bagi rakyat Indonesia pada waktu itu. Jenazah dari bung Karno kemudian dibawa di Wisma Yaso, Jakarta setelah itu jenazahnya kemudian dibawa ke Blitar, Jawa Timur untuk dikebumikan dekat dengan makam ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.
Gelar “Pahlawan Proklamasi” diberikan oleh pemerintah karena jasa-jasanya kepada bangsa Indonesia. Kisah perjuangan Bung Karno kemudian diangkat ke dalam layar lebar yang berjudul “Soekarno : Indonesia Merdeka” yang digarap oleh sutradara terkenal Hanung Bramantio dimana Ario Bayu berperan sebagai Tokoh Soekarno, Inggit yang diperankan oleh Maudy Koesnaedi dan Fatmawati yang diperankan oleh Tika Bravani.
Akhir Tragis Kematian Soekarno
Di Wisma Yaso di Jln gatot Subroto ia ditahan sehingga ketika sakit ia tidak bisa kemana-mana sehingga penahanan inilah yang kemudian membuat ia menderita lahir dan batin, keluarganya pun tidak diperbolehkan secara bebas untuk menjenguk Soekarno.
Ketika sakit, banyak resep obat yang tidak dapat ditukar dengan obat dimana resep itu diberikan oleh dr. Mahar Mardjono yang memimpin tim dokter ketika itu. Sehingga banyak tumpukan resep ketika itu di meja penahanan Ir. Soekarno. resep tersebut dibiarkan saja dan tidak pernah ditukarkan dengan obat.
Banyak yang mengatakan penguasa yang baru memang sengaja membiarkan soekarno sakit dan makin parah sehingga mempercepat kematiannya. Alat-alat kesehatan yang berasal dari Cina untuk menyembuhkan Soekarno ditolak oleh Presiden Soeharto ketika itu. Rachmawati Soekarnoputri menuturkan bahkan sekedar menebus obat sakit gigi pun  harus seizin presiden Soeharto.
Sosok Soekarno di Bangkok?
Anda hobi traveling dan sedang berada di Bangkok, Thailand, cobalah untuk berkunjung ke Museum Madame Tussauds disana terdapat Patung lilin Soekarno. Patung yang terbuat dari lilin tersebut dibuat menyerupai sosok Presiden Soekarno.
Patung ini dibuat sebagai salah satu bentuk penghormatan oleh mus Madame Tussauds kepada Presiden Soekarno sebagai salah satu Proklamator dan sebagai Bapak Bangsa Indonesia dan juga peranan Soekarno bagi dunia internasional selama menjabat sebagai Presiden Soekarno.
Biografi Soekarno
Patung Lilin Soekarno
Kutipan Kata Kata Bijak Ir Soekarno
  1. Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu ! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak. [Pidato HUT Proklamasi, 1963]
  2. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
  3. Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.
  4. Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.
  6. Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.
  7. ……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……
  8. Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.
  9. Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia
  10. Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya
  11. Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.