Sunday, February 7, 2016

Wow 6000 SMA sudah mendaftar SNMPTN

Sepekan setelah peluncuran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2016, tercatat sudah 6.000 sekolah yang mendaftar. Panitia masih menunggu 15 ribu sekolah lagi untuk segera mengisi PDSS hingga 20 Februari.
Koordinator Kelompok Kerja Hubungan Masyarakat (Pokja Humas) SNMPTN-SBMPTN 2016 Bambang Hermanto mengatakan, hingga akhir pekan tercatat ada lebih dari 6.000 sekolah yang telah mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Berdasarkan data sejak PDSS ini dikembangkan 2013 lalu telah terdaftar 21.970 sekolah yang mengisi. Dengan demikian masih lebih dari 15 ribu sekolah yang belum mengisi kembali data siswa terakhir.
“Kami harapkan hingga batas waktu pengisian dan verifikasi 20 Februari nanti seluruh sekolah dan siswa telah dapat menyelesaikan tahapan ini. Sehingga bagi siswa yang dinyatakan dapat mendaftar SNMPTN dapat mendaftar dengan tenang pada 29 Februari-12 Maret,” katanya.
‎Bambang menjelaskan, data panitia menunjukkan, sekolah dari Jawa Barat adalah yang terbesar yang sudah mendaftar PDSS. Disusul Jawa Timur, Banten dan Jawa Tengah. Sekalipun kecil, tutur Bambang, seluruh sekolah dari seluruh provinsi telah mengisi semua termasuk dari provinsi di Indonesia timur. Kemungkinan besar sekolah yang belum mengisi PDSS masih konsolidasi internal di sekolah masing-masing. Menurut dia, masalah yang terbesar yang menjadi pertanyaan sekolah ialah problem terkait penerapan kurikulum.
Dia menjelaskan, sekolah berkewajiban mengisi PDSS dengan lengkap dan benar, serta mendorong dan mendukung siswa dalam proses pendaftaran. Sebab dalam kerangka integrasi pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi, sekolah diberi peran dalam proses seleksi SNMPTN dengan asumsi bahwa sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian dari prinsip pendidikan karakter.
“PDSS merupakan basis data yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswa,” terangnya.

0 komentar:

Post a Comment