Monday, April 2, 2018

Mitos atau Misteri Kampus UPI Bandung

Hasil gambar untuk mitos upi
Setidaknya adalah 5 lokasi yang memiliki cerita, tempat, atau lokasi horor di Univeritas Pendidikan Indonesia, diantaranya;

Misteri melodi kematian dan jeritan wanita di gedung Isola

Apakah kalian tahu gedung ini? Ya gedung ini merupakan simbol kebesaran dari UPI sendiri, yaitu gedung isola. Siapa sih yang tak mengenal gedung ini, apalagi bagi mereka yang merupakan warga bandung dan sekitarnya terutama yang pernah menempuh pendidikan disini. Gedungyang dibuat dengan gaya eropa klasik (art deco) dengan cat putihnya ini merupakan gedung yang sangat menarik. Terutama bagi mereka yang baru menginjakan kakinya di kampus UPI Bumsil.

Gedung yang indah dan megah ini ketika siang hingga sore hari merupakan destinasi favorit baik bagi mahasiswa baru, maupun mahasiswa kolot (sebutan untuk mahasiswa lama yang belum lulus. Hehe ). Tapi jangan sangka dibalik keindahannya tersebut, gedung ini memiliki misteri kelam yang akan membuat bulu kuduk kita berdiri. 

Konon di gedung ini pernah terjadi beberapa kejanggalan dan kejadian misterius. Yang paling kentara adalah terdengarnya suara dari piano yang mengandung pesan melodi kematian. Melodi tersebut selalu terdengar pada malam tertentu saja. Selain itu juga, ada alumni UPI yang mengatakan pernah melihat sesosok wanita belanda (Noni Belanda). Selanjutnya ada mahasiswa UPI yang pernah mendengar jeritan seorang perempuan dari gedung ini. Bikin bulu kuduk merinding bukan?

Jika kita tarik ke masa lalu gedung ini dulunya merupakan sebuah villa pribadi milik D.W. Berrety (seorang keturanan belanda – jawa) yang juga seorang pemiliki surat kabar terkenal di waktu itu*. Desas - desus mengatakan bahwa D.W. Berretymembangun gedung ini sebagai tempat untuk mengasingkan dirinya dari keramaian orang – orang, maka ketika kita masuk ke gedung ini kita akan melihat sebuah tulisan M’ I SOLO E VIVO yang memiliki makna menyendiri untuk bertahan hidup. 

Dan apakah pembaca tahu, sang pemiliki villa megah ini meninggal dengan cara tragis serta meninggalkan dua anaknya. Menurut kabar burung, D.W. Berrety meninggal akibat pesawat yang ditumpanginya terjatuh di perbatasan Suriah. Namun siapa sangka ada yang mengatakan bahwa kecelakaan tersebut merupakan sebuah sabotase yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda yang merasa jengah karena kedekatan beliau dengan Jepang menjelang perang asia pasifik. 

Tidak diketahui pasti istri dan anaknya pergi kemana yang jelas villa tersebut kemudian diakuisisi Savoy Homann. Perlu pembaca juga tahu, katanya sosok wanita yang menggemparkan UPI tersebut merupakan anak kandung dari D.W. Berretyyang bernama Anna. Selain dua kejanggalan tersebut, bagi yang pernah ke Isola tentunya akan tahu taman Partere yang terkenal dengan julukan taman cinta (belakang Isola). Saat siang sampai sore hari taman tersebut merupakan tempat yang nyaman untuk beristirahat sambil mengobrol, atau bahkan untuk berpacaran karena keberadaan kolam ditengah taman tersebut yang ditunjang oleh pohon beringin yang menjulang tinggi. Namun siapa sangka dibalik keindahan dan keasriannya, taman Partere ini juga sama seperti gedung Isola di sampingnya menyimpan sebuah misteri. 

Ada orang yang mengatakan bahwa jika pada malam hari sekitar jam 11 sampai jam 2 malam kita berada disana, kemudian mengelilingi kolam yang berada di taman tersebut sebanyak 7 kali, akan ada sesuatu yang terjadi dan menimpa kita. Tapi dari cerita – cerita tersebut penulis belum bisa memastikan benar atau tidaknya kejadian misteri tersebut, yang pasti tidak ada yang berani bermain di daerah sekitar Isola ketika malam hari. Sehingga cerita ini lagi – lagi hanya bersifat Urban Legend semata. Penasaran? 

Lantai 3 Perpustakaan UPI yang terlihat menyeramkan 

Salah satu fasilitas yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa maupun dosen tentunya adalah sebuah perpustakaan. UPI pun memiliki perpustakaan yang dapat dikatakan memiliki kesan magis sekaligus menyeramkan. Dari luar tampilan perpustakaan UPI ini terlihat bercorak klasik yang didukung dengan gedung yang menjulang tinggi dan berlantai 3. Tapi kalau kita masuk ke perpustakaan UPI dan hendak menuju ke lantai atas,  kita akan menemukan beberapa kejadian janggal. Seperti ketika kita ada di lantai 2 dan hendak menuju lantai 3 kita akan melihat pintu tangga lantai 3 yang tersegel dengan lilitan rantai. Entah mengapa hal tersebut dilakukan, penulis sendiri masih bertanya – tanya mengenai hal ini. 

Selain kejanggalan tersebut penulis sendiri sejujurnya pernah mengalami pengalaman yang kurang mengenakan ketika pernah suatu malam sekitar pukul 12 malam.Penulis yang biasanya suka mengalong di malam hari untuk mencari Wi-fi. (hehehe maklum anak gretongan) memutuskan untuk pulang ke kostan dengan melewati gedung perpustakaan tersebut. Tahukah pembaca, bahwa saat itu entah mengapa penulis ingin menoleh ke arah perpustakaan, lebih tepatnya pandangan mata penulis tertuju ke lantai 3 UPI.

Tiba – tiba seperti ada bayangan hitam yang memperhatikan penulis. Saat itu, penulis berpikir mungkin itu hanya bayangan cahaya di kegelapan belaka, tapi entah mengapa ketika penulis sudah berjalan beberapa langkah dan menoleh kembali ke lantai 3 perpustakaan tersebut, bayangan hitam tadi tidak terlihat lagi. Dan bisa tertebak bulu kudung penulis mendadak berdiri. 

Memang sejujurnya sebelum penulis mengalami kejadian tersebut, kakak tingkat dan orang – orang pernah mengatakan beberapa peristiwa menyeramkan yang terjadi di lantai 3 perpustakaan UPI tersebut. Konon dulu lantai 3 perpustakaan UPI tersebut pernah dibuka, malahan sering digunakan oleh Himpunan Mahasiswa se-UPI untuk melakukan LDKM (Latihan Dasar Kepemimpinan). 

Namun, suatu ketika pernah terjadi suatu kejadian yang tak disangka – sangka terjadi kesurupan di lantai 3 perpustakaan tersebut yang membuat orang – orang geger. Mungkin karena peristiwa itulah akhirnya lantai 3 perpustakaan UPI tersebut hingga sekarang dilarang untuk dimasuki. Atau mungkin ada faktor penyebab lainnya? 

Misteri menakutkan daerah belakang UPI (dari mulai Lapangan berdebu hingga PDAM UPI)

Apakah kalian tahu UPI memiliki Sport Hall yang sering dikunjungi oleh orang – orang baik mahasiswa maupun khalayak umum? Ya, UPI dengan kampus rindangnya memiliki tempat berolahraga yang membentang luas dari mulai Gymnasium hingga gelanggang kolam renang dan stadion UPI. Apalagi UPI memiliki kolam renang berstandar internasional yang saat PON 2016 kemarin digunakan sebagai venue akuatik serta renang. 

Namun dibalik hal tersebut, area Sport Hall tersebut menyimpan kisah yang menyeramkan dan bahkan pernah penulis alami sendiri. Ya saat itu, tahun 2015 tepatnya ketika penulis dan teman – teman sedang melakukan kaderisasi jurusan, terjadi kesurupan yang menimpa teman – teman penulis, terutama di daerah belakang dekat PDAM UPI.

Dan kejadian tersebut tidak hanya berlangsung sekali saja, melainkan lebih. Usut punya usut menurut orang yang memiliki indera ke-enam, memang di daerah tersebut banyak terdapat jin – jin yang mendiaminya, terutama jin air. Dan beberapa kabar burung pun mengatakan bahwa di daerah sekitar lapang berdebu juga memiliki keseraman yang hampir setara dengan daerah PDAM tadi. 

Misteri Suara Gong dan Lift FPBS UPI

FPBS merupakan salah satu fakultas yang ada di UPI dan merupakan salah satu fakultas tertua selain FIP dan FPIPS. FPBS merupakan fakultas yang memiliki 3 gedung dalam satu lokasi, yaitu FPBS A, FPBS B, dan FPBS C. Karena FPBS merupakan salah satu fakultas tertua tersebut maka tentunya FPBS pun menyimpan kisah menyeramkan juga. Di FPBS A yang hingga saat ini masih digunakan oleh FPSD, terdapat sebuah ruangan yang menyimpan alat – alat musik, seperti gong dan sebagainya. Pernah suatu ketika menurut orang – orang sekitar jam 7 malam ada seorang mahasiswa yang merasa kaget karena tiba – tiba mendengar suara gong berbunyi seperti ada yang sedang memainkannya. 

Berdasarkan kekagetannya mahasiswa itu pun kemudian memeriksa ruangan tersebut untuk memastikan siapa orang yang masih memainkan alat musik gong padahal aktivitas perkuliahan sudah berakhir sejak sore hari. Alangkah terkejutnya mahasiswa tersebut ketika dia tidak menemukan siapa pun di ruangan tersebut.

Akhirya dia lari terbirit – birit dan kemudian kejadian tersebut menyebar ke seluruh mahasiswa dan pegawai FPBS. Selanjutnya, kasus gong yang tiba – tiba berbunyi tersebut juga bukan hanya disaksikan oleh mahasiswa saja, melainkan oleh OB dan OG FPBS sendiri.

Selain itu, ada satu hal lain lagi yang membuat penasaran sekaligus membuat bulu kuduk kita berdiri. Ya tiada lain yaitu kejanggalan yang terjadi pada Lift FPBS menjelang maghrib. Pengalaman aneh ini juga pernah dialami sendiri oleh penulis, yaitu ketika penulis pulang menjelang maghrib dan karena faktor kepraktisan akhirnya penulis memutuskan untuk menggunakan lift terebut. Saat itu penulis menggunakan lift dari lantai 3 menuju ke lantai 1, dan entah mengapa tiba – tiba lift malah menuju ke basement FPBS padahal penulis tidak memilih tombol basement. Sungguh kejadian yang diluar nalar. Beberapa saat kemudian penulis mendengar bahwa kejadian aneh tersebut bukan hanya pernah dialami oleh penulis saja melainkan oleh orang lain juga. Orang – orang pun mengatakan bahwa mereka merasa heran mengapa seakan – akan lift FPBS diatur agar melalui basement ketika hari menjelang petang. 

Wc dan Lab BK di FIP UPI yang bikin bulu kuduk berdiri

FIP merupakan salah fakultas tertua dan pertama yang berada di IKIP (sebelum berganti nama menjadi UPI).  Fakultas ini memiliki bentuk bangunan unik, ya FIP berbentuk seperti sebuah labirin sehingga akan membuat sulit orang yang pertama kali memasukinya. Selain itu, dibalik keunikannya ternyata fakultas ini juga memiliki tempat menyeramkan layaknya FPBS. Di bagian sebelah kiri fakultas tepatnya di daerah BK (Bimbingan Konseling), ada sebuah wc dan laboratorium yang memiliki kesan angker. 

Pernah suatu ketika penulis yang sedang menghadiri sidang umum himpunan mahasiswa mengalami kejadian aneh di wc-nya. Ya waktu itu merupakan hari Jum’at malam sekitar pukul 11.30, penulis yang ingin buang air kecil kemudian memutuskan untuk menggunakan wc yang letaknya berdekatan dengan tempat diadakannya sidang tersebut. Ketika sedang buang air kecil, tiba – tiba penulis mendengar suara kran air yang mengalir dari kamar wc sebelah.

Padahal kamar wc tersebut dalam keadaan terkunci dan sudah rusak, padahal ketika tadi penulis masuk ke wc yang airnya mengalir, kran air di kamar wc sebelah tersebut tidak menyala. Sungguh membuat bulu kuduk merinding.

Paginya ketika sidang di skorsing (ditunda) beberapa saat, penulis yang saat itu sedang bercanda dengan teman – teman dan kakak tingkat didatangi ketua OB disana. Dia mengatakan jangan kaget kalau mengalami hal demikian, karena wc dan lab bk tersebut tergolong angker. Bukan hanya kali ini saja peristiwa seperti tersebut terjadi, bahkan dia pun pernah mengalaminya. 

0 komentar:

Post a Comment