Monday, April 23, 2018

Prospek Kerja Jurusan Agribisnis

Hasil gambar untuk agribisnis

1. Menjadi Staf Pengajar/Dosen

Jika kamu merupakan sosok mahasiswa agribisnis yang memang memiliki prestasi bagus, menjadi seorang akademisi merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk kamu.

Tentu kamu harus mengambil kuliah pascasarjana terlebih dahulu setelah menyelesaikan studi S1. Akan tetapi, hal itu bukanlah hal yang sulit karena saat ini banyak beasiswa S2 dan S3 yang bisa kamu lamar.

2. Peneliti di LIPI atau Instansi yang Lain

Ilmu pengetahuan tentu akan selalu terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Contohnya saja ilmu pemuliaan tanaman yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian itu sendiri dengan cara mempercepat masa panen, serta masih banyak dan beragam lagi aspek yang harus diteliti secara lebih lanjut.

Maka dari itu, salah satu prospek kerja jurusan yang satu ini ialah sebagai seorang peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) atau bisa juga di lembaga yang lainnya.

3. Wirausahawan atau Pengusaha

Rasanya memang sudah menjadi suatu keharusan jika lulusan agribisnis ini untuk bisa menempuh jalan wirausaha.

Ilmu-ilmu yang memang pada dasarnya sudah didapatkan selama belajar di kampus benar-benar bisa diaplikasikan di dalam kehidupan nyata dengan berbisnis terhadap produk yang memiliki kaitan erat dengan pertanian atau segala turunannya.

Setelah lulus, kalian juga nanti bisa membangun sebuah usaha rintisan atau startup. Jika ingin berhasil, maka haruslah pintar untuk membaca peluang, pandai membaca situasi dan masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat, selanjutnya mencari solusi terbaik atau jalan keluar dari masalah tersebut dengan bisnis yang kamu jalankan dan terapkan.

4. Bekerja di Instansi Pemerintah

Siapa sih yang tidak ingin menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS)? Lulusan agribisnis ini bisa mendaftar di berbagai macam instansi, contohnya di Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, hingga Kementerian Perindustrian atau di perusahaan BUMN.

Peluang kerja di instansi pemerintahan biasanya itu dibuka dengan melalui pendaftaran CPNS atau perekrutan pegawai di kemeterian atau instansi terkait.

Tips yang paling penting bagi kamu ialah untuk sering memantau sumber informasi di situs resminya secara langsung atau di akun media sosial yang terkait. Siapa tahu, nanti ada informasi baru mengenai perekrutan CPNS dan kamu bisa ikut mencoba alias menjajal mendaftar!

5. Bekerja di Sektor Swasta

Lulusan agribisnis selain bisa bekerja di sektor formal seperti di lembaga pemerintah, juga ternyat abisa bekerja di lembaga swasta!

Bedanya, untuk sektor swasta, nanti kamu akan bekerja dengan sistem kontrak yang lama bekerjanya sudah diketahui saat setelah sudah diterima di perusahaan tersebut.

Tidak hanya itu saja, kamu juga bisa bekerja di berbagai perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis ataupun komoditi. Atau, jika memang memiliki niat atau kemauan untuk membuka usaha sendiri, bisa menjadi supplier komoditas di bidang ini. [3]

6. Bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Tahukah kalian mengapa dunia pertanian di Indonesia hingga sekarang ini masih belum menunjukkan perkembangan yang signifikan? Jawaban yang paling masuk akal ialah belum banyaknya petani atau pengelola lahan pertanian yang mempunyai pengetahuan modern dalam meningkatkan hasil pertaniannya.

Akan tetapi, seseorang lulusan dari agribisnis bersama dengan lulusan pertanian yang lain bisa menjadi salah satu jembatan emas untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu caranya ialah dengan membangun atau bergabung bersama di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan memberikan penyuluhan mengenai masalah terkait kepada masyarakat, khususnya kepada petani.

7. Prospek Kerja Jurusan Agribisnis yang Lain

Masih banyak prospek kerja dari jurusan agribisnis yang lain, seperti :
  1. Manajer agribisnis professional, baik itu di perusahaan nasional ataupun multinasional yang bergerak di komoditas perkebunan, hortikultura, agroindustri, pangan, jasa logistik dan yang lain sebagainya, termasuk juga dalam lembaga perbankan
  2. Birokrat dan perencana pembangunan pertanian pemerintah di tingkat atau level nasional, provinsi dan kabupaten, serta di lembaga internasional yang lain contohnya World Bank, USAID dan lain sebagainya
  3. Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPPEDA)
  4. Badan Pusat Statistik (BPS)
  5. Dinas Koperasi
  6. Bulog/Dolog
  7. Dinas Perindustrian dan Perdagangan
  8. Bank Pemerintah/Swasta
  9. Lembaga Keuangan, Lembaga Asuransi
  10. Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD)
  11. Koperasi Unit Desa (KUD)
  12. Perusahaan Konsultan Agribisnis
  13. Konsultan di Bidang Pertanian
  14. Usaha Pembibitan dan Pembuatan Pupuk atau Pestisida

0 komentar:

Post a Comment