Monday, August 6, 2018

Alasan Memilih Jokowi Menjadi Presiden 2 Periode

Image result for jokowi
1. Jujur dan Sederhana
Kejujuran dan kesederhanaan adalah dua karakter penting seorang pemimpin. Selama ini Jokowi sudah menunjukkan kedua sifat tersebut. Mimik, gestur, nada suara dan pandangan mata beliau saat berbicara ataupun berpidato mampu meyakinkan saya dan banyak rakyat Indonesia, bahwa beliau berkata-kata dengan jujur. Melalui internet dan media sosial, kita bisa menyaksikan hampir semua aktivitas kenegaraan dan kehidupan pribadi Jokowi yang jauh dari kemewahan. Putra-putri beliau pun masih tetap membumi dengan bisnis kekinian yang dirintis dan dikembangkan tanpa katebelece ataupun fasilitas negara.
2. Mengutamakan Kepentingan Rakyat
Kepentingan rakyat di atas semua kepentingan pribadi, partai, ataupun golongan-golongan tertentu sangatlah berarti bagi kepemimpinan negara saat ini. Tentu menjadi hal yang sulit bagi seorang presiden di Indonesia yang diusung oleh partai. 
Berbagai agenda partai selalu menjadi tantangan untuk diselaraskan dengan agenda bangsa. Saya melihat Jokowi masih konsisten menempatkan rakyat di atas segalanya. Walau kadang keputusannya tak selalu bisa menyenangkan semua pihak, tetapi saya yakin keputusan itu pasti dibuat berdasar analisa yang berpihak pada rakyat dan tujuan akhir yang penuh pertimbangan. Tentu saja seorang presiden bisa mengambil keputusan yang salah. Namun niat yang baik akan selalu menemukan jalannya. Semua tergantung dari cara kita memandang, ada plus dan minus.
3. Cerdas dan Memiliki Visi ke Depan
Melihat sepak terjang dan manuver Jokowi memang menarik, kadang menimbulkan senyum geli. Tapi itulah Jokowi. Cerdas, berkelas, dan memiliki visi ke depan untuk Indonesia. Beliau selalu menekankan pembangunan. Walau mungkin, sekali lagi, tak sepenuhnya bisa memuaskan semua orang. Namun, siapa yang bisa menangani carut marut dan korupsi yang sudah mengakar puluhan tahun di negara ini? Saya yakin Jokowi-lah orangnya.
4. Kerja, Kerja, Kerja
Saya suka slogan yang sering beliau kemukakan: Kerja, kerja, kerja! Ya, hanya dengan kerja keras dan kerja cerdas kita bisa bersama-sama membangun bangsa. Wacana dan kata-kata belaka tak akan memberikan perubahan. Saya suka juga gaya beliau menyusun dan menyusun ulang kabinet kerjanya. Mengganti orang-orang yang tak becus kerja dengan para menteri yang siap turun ke bawah, mengikuti aksi beliau. Indonesia saat ini butuh pemimpin yang bisa menjadi contoh dan teladan, tak hanya sekedar gagah dan mempesona banyak orang. Kerja nyata selalu bisa dijadikan contoh yang menginspirasi dan diikuti banyak orang. Politik pencitraan sudah basi. Citra akan terbentuk dari kerja nyata.
5. Dicintai Rakyat
Mungkin ada yang protes dengan alasan kelima ini. Terutama bagi Anda yang anti-Jokowi. Tapi saya tidak melihat ada presiden lain di Indonesia yang begitu dicintai rakyat dengan tulus, selain Soekarno dan Jokowi. Ini adalah bekal penting bagi seorang pemimpin untuk menjalankan tugasnya. Jokowi di mata saya tampak begitu manusiawi, membumi, bisa disentuh, dan menyentuh hati banyak orang. Pemimpin yang dicintai akan mendapatkan semua yang dibutuhkan dari rakyatnya. Rakyat akan rela berkorban dan bersama-sama membangun negeri.
6. Muslim Nasionalis
Bagi Indonesia yang sebagian rakyatnya beragama Islam tentu sangat logis jika memilih pemimpin yang muslim. Namun demikian, Indonesia bukanlah Negara Islam. Indonesia mempunyai dasar Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Terlebih kondisi saat ini ketika ada pihak-pihak yang ingin merongrong kedaulatan Pancasila sebagai dasar negara. Agenda untuk menampilkan sosok nasionalis menjadi sangat penting dan mendesak. Presiden Indonesia harus lebih mengedepankan prinsip kesatuan dalam keberagaman, dibandingkan perpecahan dalam penyeragaman.
Terlepas apakah Anda setuju atau tidak setuju dengan 6 alasan yang saya tulis, tulisan ini saya buat tanpa tendensi apa pun. Murni hanya karena kecintaan sekaligus keprihatinan pada bangsa ini. Mungkin masih ada 1.000 alasan lain yang membuat Jokowi pantas dipilih kembali di tahun 2019 nanti.

0 komentar:

Post a Comment