Thursday, February 4, 2016

Seputar Pertanyaan Tentang Bidikmisi


Saya alumni, apakah boleh mendaftar Bidikmisi?

Bidikmisi 2016 ditujukan bagi lulusan 2015 (yang belum menjadi mahasiswa) dan yang akan lulus tahun  2016.
Untuk lulusan 2015 bisa menghubungi pihak sekolah agar merekomendasikan Anda di laman pendaftaran Bidikmisi sesuai jadwal atau jika sudah pernah mendaftar pada tahun 2015 dan mendapatkan nomor pendaftaran dan kode akses, Anda dapat melakukan pembaruan akun di sistem http://bidikmisi.ristekdikti.go.id/siswa.

Catatan: Untuk lulusan 2014 tidak diperkenankan mendaftar karena sudah diberi kesempatan mendaftar Bidikmisi di tahun 2014 dan 2015.



Apakah Wajib Direkomendasikan Sekolah?


Rekomendasi sekolah wajib diberikan pada pendaftar bidikmisi untuk menjamin pendaftar 
  • Tidak mampu secara ekonomi
  • Berpotensi akademik baik
Dalam kasus luar biasa, seperti sekolah sudah tidak menyelenggarakan pendidikan, sekolah ada pada daerah bencana dan hal lainnya yang dianggap mendesak dan luar biasa pendaftar bisa menghubungi panitia melalui bidikmisi@dikti.go.id untuk diberikan solusi.
Sekolah yang menolak merekomendasikan karena alasan apapun untuk calon pendaftar (baik yang akan lulus / alumni) yang memenuhi persyaratan dapat dilaporkan ke panitia ke bidikmisi@dikti.go.id untuk dikoordinasikan.

Apa saja syarat pendaftaran bidikmisi 2016 ?

Persyaratan untuk mendaftar tahun 2016 adalah sebagai berikut:
  1. Siswa SMA/SMK/MA atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2016;
  2. Lulusan tahun 2015 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing- masing perguruan tinggi;
  3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
  4. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
    a. Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) atau Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya; atau
    b. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) maksimal sebesar Rp 3.000.000,00 per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750.000,00 setiap bulannya.
  5. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4;
  6. Memiliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi obyektif dan akurat dari Kepala Sekolah;
  7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS dengan ketentuan:
    a. PTN dengan pilihan seleksi masuk:
        1) Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
        2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)
        3) Seleksi Mandiri PTN
    b. Politeknik, UT, dan ISI
    c. PTS sesuai dengan pilihan seleksi masuk

Apakah Bidikmisi Gratis ?

Bidikmisi memberikan fasilitas pembiayaan sebagai berikut Pendaftaran Bidikmisi tidak dikenakan biaya Bidikmisi membebaskan biaya pendaftaran SNMPTN, SBMPTN dan seleksi lokal(mandiri) pada salah 1 PT Jaminan biaya hidup sementara dan transportasi dari daerah asal (khusus untuk yang direkrut sebelum menjadi mahasiswa) Bebas biaya pendidikan yang dibayarkan kepada perguruan tinggi Subsidi biaya hidup sesedikitnya Rp600.000 / bulan yang disesuaikan dengan pertimbangan biaya hidup di masing masing wilayah Jika ada pihak pihak yang memungut biaya pada calon pendaftar, pendaftar, atau penerima Bidikmisi diluar ketentuan tersebut bisa melapor ke bidikmisi@dikti.go.id

Saya tidak memiliki prestasi , nilai rapor per semester naik turun , apakah diperkenankan mendaftar Bidikmisi ?

Persyaratan pendaftaran Bidikmisi tahun ini sama dengan Bidikmisi tahun lalu yang tidak menjabarkan prestasi, jadi asalkan Anda memenuhi syarat pendaftaran seleksi masuk, Anda bisa mendaftar Bidikmisi. 
Silahkan meminta pihak sekolah merekomendasikan Anda di laman pendaftaran Bidikmisi sesuai jadwal.

Apakah ada biaya kedatangan untuk penerima Bidikmisi ?

Bidikmisi memberikan biaya kedatangan pertama (satu kali perjalanan dari tempat asal ke PT terkait) bagi penerima Bidikmisi kuota APBN.
Penyerahannya diberikan langsung oleh PT.

Catatan:
Untuk transportasi darat, PT menetapkan biaya kedatangan menggunakan zoning (per kota dianggap sama besarannya) 
Untuk yang diluar propinsi asal dan penerima awal harus diberikan biaya hidup sementara.
Untuk kuota APBN-P tidak mendapat biaya kedatangan.

#Sumber : http://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/

0 komentar:

Post a Comment