Friday, February 5, 2016

SNMPTN Tahun Ini Akan Lebih Sulit


SNMPTN

Sepertinya untuk bisa mendapatkan kursi di Perguruan tinggi (PTN) melalui jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 akan semakin sulit. Hal tersebut lantaran pihak panitia memutuskan untuk memangkas kuota mahasiswa baru yang mendaftar melalui SNMPTN 2016 yang berbasis nilai rapor.
Pemangkasan kuota mahasiswa baru tersebut diumumkan dalam peluncuran SNMPTN 2016 di kantor Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Senayan, Jakarta.
Rangkaian SNMPTN 2016 dimulai dengan pengisian dan verifikasi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) pada 18 Januari sampai 20 Februari. Kemudian masa pendaftaran pada 29 Februari – 12 maret. Lalu pencetakan kartu tanda peserta (22 Maret – 21 April), proses seleksi (24 Maret – 8 Mei), dan pengumuman hasil seleksi pada 10 Mei. Informasi lengkap ada di snmptn.ac.id.
Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu mengatakan jika tahun lalu untuk mahasiwa baru yang melalu jalur SNMPTN kuotanya minimal 50 persen, untuk seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 40 persen, dan sisanya untuk ujian mandiri maksimal 10 persen. “Tahun ini komposisi itu kita ubah,” katanya.
Rochmat menjelaskan jika untuk tahun 2016 ini formasi tersebut memang telah dirubah menjadi, 40 persen untuk mahasiswa baru melalui SNMPTN, 30 persen untuk mahasiswa baru SBMPTN, dan 30 persen untuk ujian mandiri.
Ia menilai jika selama ini kuota mahasiswa baru seperti untuk anak-anak dari kawasan terpencil tidak terpenuhi. Maka dari itu perubahan formasi tersebut untuk mengakomodasi kebutuhan yang tinggi.
Seperti yang banyak dikira jika melalui seleksi mandiri kerap dicap akan mendapatkan biaya kuliah yang mahal.
Persepsi semacam itu tidaklah benar, Rochmat meluruskan bahwa baik itu mahasiswa melalui SNMPTN, SBMPTN, maupun seleksi ujian mandiri dikenakan biaya kuliah merujuk pada sistem uang kuliah tunggal (UKT).
Namun demikian, panitia masih hanya menetapkan proporsi kuotanya saja, melainkan untuk jumlah kursi yang tersedia untuk SNMPTN, SBMPTN, dan jalur mandiri masih belum ditetapkan.
Meskipun panutia sudah menetapkan besaran kuota mahasiswa baru, namun untuks etiap seleksi mahasiswa baru sebenarnya penetapan kuotanya menjadi kewenangan rektio. Maka dengan beigtu kondisinya bisa berbeda-beda di setiap PTN.

0 komentar:

Post a Comment