Friday, March 30, 2018

Kesenian Debus Banten

Hasil gambar untuk debus banten
Debus merupakan kesenian bela diri dari Banten yang mempertunjukan kemampuan manusia yang luar biasa. Misalnya kebal senjata tajam, kebal air keras dan lain- lain.
Kesenian ini berawal pada abad ke-16, pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin (1532-1570). Pada zaman Sultan Ageng Tirtayasa (1651—1692) Debus menjadi sebuah alat untuk memompa semangat juang rakyat banten melawan penjajah Belanda pada masa itu. Kesenian Debus saat ini merupakan kombinasi antara seni tari dan suara.
Debus, merupakan kata dan istilah yang sangat aneh. Sebab, secara keseharian kata debus sudah sangat akrab dengan telinga masyarakat, namun istilah dan artinya tidak atau belum diketahui secara pasti. Hal itu disebabkan data tertulis hingga saat ini belum ditemukan. Ada dua pengertian yang diyakini kebenarannya, yaitu muncul pertama dari salah seorang pemerhati terhadap Kesenian Debus ini, yaitu Bapak A Sastrasuganda yaitu pensiunan Kepala Seksi Kebudayaan Kandepdikbud paten Serang, mengatakan bahwa Debus berasal dari bahasa Sunda. Kata debus “tembus” (Sandjin Aminuddin, 1997 :153). Debus yang berarti tembus menunjukkan bahwa alat-alat yang diperagakan adalah benda-benda tajam dalam permainan tersebut dapat menembus badan para pemainnya. Kedua, Debus berasal dari kata gedebus, yaitu nama salah satu benda tajam yang digunakan dalam permainan tersebut. Karena permainan Debus adalah permainan kekebalan tubuh, maka debus dapat pula diartikan “tidak tembus” oleh berbagai senjata yang ditusukkan atau dibacokkan ke tubuh manusia.

Penyebararan Seni Debus
Menurut Dr H Imron Arifin yang meneliti debus tahun 1988, nama debus berasal dari bahasa Arab yang bermakna “jarum” atau alat penusuk. Sebab permainan itu ditandai oleh keberadaan alat tusuk baik yang ditusukkan ke pipi, leher, dada, tangan, maupun almadad yang ditikamkan ke tubuh tapi tidak tembus. Istilah debus sendiri berasal dari Baghdad terkait dengan aliran tarikat tertentu.
Dalam permainan Debus terdapat kolaborasi antara kekebalan tubuh dan permainan pencak silat. Atraksi permainan ini membuat para penonton merasa ngeri karena senjata tajam seperti golok, gedebus (almadad), dan lain-lain atau bahkan api yang membakar manusia tidak mampu melukai para pemainnya. Oleh karenanya, ada yang mengatakan Debus  sebagai permainan sulap yang mampu mengelabui mata para penonton.
Kesenian Debus ini berkembang di daerah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang terutama di Kecamatan Walantaka dengan tokohnya M. Idris. Sedangkan di Kecamatan Curug tokohnya Umor, di Kecamatan Cikande tokohnya H. Renam, dan di atan Ciruas tokohnya adalah H. Ahmad. Debus pun meluas ke Jawa Timur dikembangkan oleh KH Agus Ghufron Arief di Pesantren Nurul Haq di kampung Peneleh Surabaya. Debus sendiri yang sumbernya ditengarai dari tarikat merupakan kesenian yang sarat an doa-doa yang diambil dari ayat suci Al-Qur’an sebagai jampi-jampi untuk kekebalan tubuh.
Sejarah Debus
Asal-usul debus tidak dapat dipisahkan dari penyebaran agama Islam di daerah Banten. Debus adalah salah satu sarana dalam penyebaran agama Islam tersebut. Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasaa pada abad XVII (1651 — 1652), Debus dijadikan alat propaganda dalam membangkitkan semangat rakyat dalam perjuangan melawan Belanda (Sandjin Aminuddin, 1997 :156).
Seperti dikatakan di atas, bahwa Debus dikolaborasikan dengan kesenian Pencak silat, maka dapat dikatakan bahwa Debus merupakan kesenian bela diri. Sultan Ageng Tirtayasa memberi warna Debus dengan ilmu kekebalan tubuh kepada para pengikutnya dengan jampi-jampi yang diambil dari ayat suci Al-Qur’an. Ayat-ayat tersebut dihapalkan dan diresapi secara mendalam sehingga dapat mempertebal semangat moral dalam melawan Belanda. Kesenian Debus sangat berperan dalam alur sejarah rakyat Banten dalam melawan penjajah Belanda pada masanya yang dilandasi ajaran agama Islam sebagai keyakinan dalam melakukan perjuangan tersebut.
Berjalan di atas bara api menyala
Berjalan di atas bara api menyala
Dilacak dari asal usulnya, menurut Dr H Imron Arifin, kesenian debus berasal dari Tarikat Rifa’iyyah, yaitu tarikat yang dinisbatkan kepada Syaikh Ahmad Rifa’i al-Baghdady, seorang tokoh sufi yang mengajar pengetahuan ruhani aneh. Dikatakan ganjil dan aneh, karena Syaikh Ahmad Rifa’i mengajari murid-muridnya untuk berdzikir yang khusyuk di mana untuk menguji kekhusyukan Syaikh Ahmad Rifa’i melakukan tindakan-tindakan ganjil seperti menyulut tubuh muridnya dengan bara api, digigitkan ular kobra, ditusuk besi tajam, dikepruk benda keras, bahkan dilempar ke kobaran api. Jika sang murid masih sakit dan berteriak, maka itu pertanda dzikirnya kurang khusyuk Begitulah tarikat Rifa’iyyah dikenal sebagai penyebar ajaran debus dalam berdzikir yang dilakukan dengan suara lantang.
Ajaran Tarikat Rifa’iyyah diketahui disebarkan di Aceh oleh Syaikh Nuruddin Ar-Raniri di mana tokoh ini memiliki murid Syaikh Yusuf Tajul Khalwati al-Makassari. Rupanya, Syaikh Yusuf Tajul Khalwati al-Makassari inilah yang pertama kali mengajarkan debus di Banten, karena beliau bersama-sama dengan Sultan Ageng Tirtayasa melawan Belanda. Namun belum diketahui, kapan debus sebagai metode dalam tarikat berubah menjadi seni.
Jika ditelaah dalam bahasa arab debus Berarti senjata tajam yang terbuat dari besi yang mempunyai ujung yang runcing dan bentuknya sedikit bundar. Nah , karena itulah alat tersebut dipergunakan sebagai alat untuk menghantam atau melukai setiap pemain debus, yang mempertunjukkan atraksi kekebalan tubuh. Selain itu juga masih banyak variasi-variasi atraksi lain seperti menusuk perut, dengan benda tajam biasanya menggunakan paku Banten yang runcing, memakan bara api, menusukkan jarum panjang ke lidah,  kulit, pipi sampai tembus dan hasilnya tidak ada luka sama sekali dan tidak mengeluarkan darah tetapi dapat disembuhkan pada seketika itu juga, menyiram tubuh dengan air keras sampai pakaian yang melekat di badan hancur, mengunyah beling/serpihan kaca, membakar tubuh. Dan masih banyak lagi atraksi yang mereka lakukan.
Di Banten sendiri kesenian debus atau keahlian melakukan debus menjadi sesuatu yang lumrah dan banyak perguruan yang mengajarkannya. Untuk saat ini biasanya kesenian debus di pentaskan dalam acara-acara seperti pesta pernikahan, sunatan, acara 17 agustusan, dan banyak lagi acara yang biasanya mempertunjukan kesenian ini.
Bentuk Atraksi Debus
Permainan debus merupakan bentuk kesenian yang dikombinasikan dengan seni tari, seni suara dan seni kebatinan yang bernuansa magis. Kesenian debus biasanya dipertunjukkan sebagai pelengkap upacara adat, atau untuk hiburan masyarakat. Pertunjukan ini dimulai dengan pembukaan (gembung), yaitu pembacaan sholawat atau lantunan puji-pujian kepada Nabi Muhammad, dzikir kepada Allah, diiringi instrumen tabuh selama tiga puluh menit. Acara selanjutnya adalah beluk, yaitu lantunan nyanyian dzikir dengan suara keras, melengking, bersahut-sahutan dengan iringan tetabuhan.
Menggoreng telur di kepala
Menggoreng telur di kepala
Bersamaan dengan beluk, atraksi kekebalan tubuh didemonstrasikan sesuai dengan keinginan pemainnya : menusuk perut dengan gada, tombak atau senjata almadad tanpa luka; mengiris anggota tubuh dengan pisau atau golok; makan api; memasukkan jarum kawat ke dalam lidah, kulit pipi dan angggota tubuh lainnya sampai tebus tanpa mengeluarkan darah; mengiris anggota tubuh sampai terluka dan mengeluarkan darah tapi dapat disembuhkan seketika itu juga hanya dengan mengusapnya; menyiram tubuh dengan air keras sampai pakaian yang dikenakan hancur lumat namun kulitnya tetap utuh.
Selain itu, juga ada atraksi menggoreng kerupuk atau telur di atas kepala, membakar tubuh dengan api, menaiki atau menduduki tangga yang disusun dari golok yang sangat tajam, serta bergulingan di atas tumpukan kaca atau beling. Atraksi diakhiri dengan gemrung, yaitu permainan alat-alat musik tetabuhan.
Kesenian debus tidak hanya terdapat di Banten, namun telah merambah ke daerah-daerah lainnya seperti Garut dan Sidoarjo. Perguruan Debus Pancawarna yang terletak di Garut mempelajari gabungan lima jenis ilmu bela diri, yaitu pencak silat, rudat, lais, sucipta dan debus itu sendiri. Pada awalnya, Mi’an, guru utama perguruan, mewajibkan kepada setiap penonton melafalkan syahadat untuk meyakinkan keteguhan mereka pada Islam. Namun, seiring perkembangan zaman, aturan itu dihapus.
Ada pula kelompok debus yang tergabung dalam grup musik Alga Nada pimpinan Gus Kholiq. Bentuk kesenian yang berasal dari daerah Waru ini tidak jauh berbeda dengan atraksi kesenian debus Banten, namun diawali dengan adegan meminum air putih yang telah diberi doa-doa oleh Gus Kholiq. Atraksi kelompok ini pernah dipertunjukan di Pendopo Delta Krida Budaya, Kantor Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga Sidoarjo, dalam acara pengukuhan Dewan Kesenian Sidoarjo periode 2001-2004.
Debus juga merupakan salah satu unsur dalam kesenian terebang sejak dan gebes, sejenis kesenian perkusi di desa Cikeusal, wilayah Priangan Timur, yang bersifat kontemplatif, yaitu bentuk kesenian yang mengajak masyarakat untuk merenung atau ber-tafakkur. Lagu-lagu yang ditembangkan adalah sholawat Al-Barjanzi dan Al-Daiba.
Tokoh Spiritual Debus
Salah satu tokoh spiritual debus asal Banten yang hendak dikemukakan dalam tulisan ini adalah Tubagus Barce Banten atau Abah Barce. Ia cukup dikenal di kalangan penduduk Banten sebagai pemimpin spiritual debus ‘modern’. Konon, ia sanggup menyembuhkan berbagai macam penyakit yang tak dapat disembuhkan dengan pengobatan kedokteran masa kini. Ia juga sering dipanggil sebagai penasihat pribadi masalah-masalah spiritual oleh kalangan elit politis Jakarta.
Lengan ditusuk pisau
Lengan ditusuk pisau
Abah Barce berperan penting dalam memperkenalkan kesenian debus hingga keluar negeri, seperti Amerika Serikat, Australia, Jerman, Jepang, Malaysia, Spanyol, dan Belanda. Ia mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Amsterdam pada tahun 1985. Selain itu, ia adalah ketua Perkumpulan Paranormal Indonesia cabang Banten sejak Mei 2003, ketua Perkumpulan Judo-Karate-Silat Banten, dan pendiri Laskar Islam Banten pada tahun 1999.
Menurut Abah Barce, debus tidak ada kaitannya dengan dunia mistis atau magic, tidak seperti anggapan kebanyakan orang selama ini, karena magic itu sama dengan perbuatan syirik (menyekutukan Allah). Ia juga mengatakan bahwa debus digunakan oleh para alim ulama zaman dahulu untuk melawan penjajah.
Pelaksanaan Permainan Debus
Kesenian Debus yang sering dipertontonkan di antaranya:
•Menusuk perut dengan tombak atau senjata tajam lainnya tanpa terluka.
•Mengiris bagian anggota tubuh dengan pisau atau golok.
•Memakan bara api dan sesekali menyeburkan kobaran api.
•Menusukkan jarum kawat besar ke lidah, kulit pipi atau anggota tubuh lainnya hingga tebus tanpa mengeluarkan darah bahkan besi yang ditusukkan tidak sekedar kawat tapi juga pisau, pestol, laras senapan, dan besi beton ukuran besar.
•Menyiram tubuh dengan air keras (Hcl) hingga pakaian yang dikenakan hancur lumat namun kulit tetap utuh.
•Menggoreng telur dan kerupuk di atas kepala.
•Membakar tubuh dengan api atau berjalan di atas bara api yang menyala.
•Menaiki atau menduduki susunan golok tajam.
•Bergulingan di atas serpihan kaca atau beling atau bergulung-gulung di atas duri salak.
Jumlah para pemain Debus biasanya kurang lebih 12 hingga 15 orang dengan tugasnya masing-masing, yaitu:
a)1 (satu) orang juru Gendang.
b)1 (satu) orang penabuh Terbang (Rebana Besar).
c)2 (dua) orang penabuh Dogdog Tingtit.
d)1 (satu) orang penabuh Kecrek.
e)4 (empat) orang pendzikir (melantunkan Beluk).
f)5 (lima) orang pemain atraksi.
g)1 (satu) orang sebagai saehu.
q)air keras (Hcl)Sedangkan waditra yang dipergunakan adalah:
a)Gendang yang berfungsi sebagai pengiring gerak pencak silat.
b)2 (dua) buah Kulanter (gendang kecil).
c)1 (satu) Terbang yang berfungsi sebagai goong.
d)2 (dua) Tingtit (dogdog kecil), sama dengan dogdog yang dipergunakan dalam kesenian reog.
e)1 (satu) kecrek yang berfungsi memantapkan gerakan penari.
f)Almadad (gedebus) besi tajam yang diberi kepala dari kayu berbentuk bulat diameter 0,5 cm dengan panjang 30 — 40 cm.
g)Gada (godam)
h)Golok
i)Pisau
j)Jarum
k)Paku
l)Silet
m)Kelapa
n)Ketel penggorengan
o)Minyak kelapa dan minyak tanah
p) Beberapa jenis benda-benda tajam
Tidur di atas paku
Tidur di atas paku
Busana yang dipergunakan dalam Kesenian Debus adalah busana tradisional kampret dengan celana pangsi memakai ikat kepala (lomar) semuanya berwarna hitam.
Beberapa Ciri Permainan Debus.Adanya Kesenian Beluk sebagi pengiring, yaitu nyanyian yang dibawakan para pemain dengan suara yang keras dan melengking sambil bersahut¬sahutan yang diiringi oleh tabuhan.
Pencak silat, ketika Beluk dimulai maka keluarlah salah seorang pemain yang melakukan gerakan-gerakan pencak silat.
Dilanjutkan dengan permainan Debus, yaitu salah seorang pemain memegang almadan (gedebus) yang ditempelkan di perutnya dan seorang lagi memegang gada atau palu besar kemudian almadad dipalukan di atas perut berulang-ulang. Atraksi dilanjutkan dengan
Mengupas kelapa dengan gigi, dan batok kelapanya dipecahkan dengan cara dipukulkan ke kepalanya sendiri. Lalu atraksi mengiris
dan mengerat bagian-bagian tubuh dengan golok yang tajam. Tidur di atas paku dengan perut dinaiki penonton atau dilewati motor jenis trail.  Menggoreng kerupuk dan telur di atas kepala. Membakar anggota tubuh dan menyisir rambut dengan api. Menaiki dan menduduki tangga golok yang tajam. Memakan kaca atau silet. Menyiram tubuh dengan air keras jenis HCl. Berjalan di atas bara api yang menyala.
Gemrung, permainan istrumen untuk mengakhiri pertunjukan.

10 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang UNPAD

Hasil gambar untuk unpad
Akhirnya SBMPTN 2018 telah dibuka dan setelah satu tahun lamanya menunggu, aku punya adik tingkat. Selamat ya kepada adik - adik yang telah diterima di Universitas Padjadjaran. Mungkin setelah berbulan - bulan belajar giat mempersiapkan diri untuk masuk ke universitas ini, kalian akhirnya sampai juga di gerbang menuju gelar S1 (hahaha, tentu saja kalian mengejar ini, ya?). Mungkin ada beberapa dari kalian yang diterima di pilihan ke-3. Karena jujur saja, aku ini adalah salah satu mahasiswa yang memilih UNPAD sebagai pilihan pertama. Namun betapa kecewanya ketika mendengar banyak teman - teman satu kost dan teman - teman satu fakultas yang berkata kalau UNPAD adalah pilihan ke - 2 atau ke - 3. Tentu saja, sebelum memilih UNPAD mereka memilih ITB, UI atau UGM terlebih dahulu. Jadi, ketika aku masuk ke UNPAD, aku menyadari bahwa banyak sekali mahasiswa buangan ITB dan UI (Let's face it, guys). Senang kalau misalnya mereka dengan bangga menyandang almamater UNPAD. Namun tidak sedikit teman aku yang mengatakan "Kalau saja aku keterima ITB...", lalu "UNPAD Perpustakaannya mana dah? Kok ga ada Starbucks kayak UI? Apaan tuh CISRAL (Perpustakaan umum UNPAD) ? Tuh perpus aktif?" Lalu, "Aduh, mata kuliah OKK (Nanti juga kalian tau) apaan dah? Ga guna banget," Dan yang paling sering aku denger, "Dikirain UNPAD di Bandung, eh taunya di Jatinewyork," Aku ngga akan munafik, karena yang terakhir aku memang berkata begitu. Niatku masuk UNPAD sebenarnya untuk mengejar jurusan Televisi dan Film, tapi aku sudah memiliki anggapan bahwa UNPAD itu di Bandung. Jadi... ya..., waktu awal - awal sih aku agak setengah - setengah. Tapi untungnya semakin lama aku semakin terbiasa. 

Jadi, jika kalian sudah keterima SNMPTN atau SBMPTN, minimal kalian harus tau real-nya UNPAD dan Jatinangor. Ngga semuanya serem, tapi ya itu'kan masalah persepsi. Ini dia : 10 Hal yang Harus Diketahui Mahasiswa UNPAD Jatinangor

1. UNPAD itu di Sumedang, Jatinangor. Bukan BANDUNG.
Nah, ini adalah persepsi mahasiswa baru atau calon mahasiswa UNPAD. Kebanyakan dari mereka berpikir :"UNPAD itu dulu di Dipati Ukur, Bandung dan sekarang di Jatinangor. Kayaknya ngga jauh - jauh amat deh tempatnya. Pasti masih sekitaran Bandung." Ya, kalau kalian punya pemikiran ini, kalian salah. Jatinangor - Bandung itu beda tempat dan jaraknya lumayan jauh. Kalau kalian mahasiswa sejati yang naik motor, kalian harus menempuh kurang lebih satu jam melewati Cibiru untuk sampai ke Bandung. Belum lagi kalau macet (sering banget), panas dan merayapnya luar biasa.Kalau kalian mahasiswa tajir bermobil, kalian harus masuk tol dulu, dari gerbang tol Cileunyi menuju gerbang tol Pasteur (Kalau mau ke kota). Kalau kalian mahasiswa Travel yang males bawa kendaraan, kalian hitungannya sama saja dengan membawa mobil. Ya, kalau ngga macet sih setengah jam juga nyampe. Tapi kalau macet, ya berdo'a aja. Anyway, aku ingatkan lagi ya! Jatinangor itu adalah kabupaten sumedang. S-U-M-E-D-A-N-G

2. Trio Daerah Kost - Kostan Favorit : Ciseke, Jalan Sayang dan Caringin.
Jadi, kalau misalnya kalian ditawarin sama Calo buat tinggal di kost - kostan yang bukan di 3 daerah ini, siap - siap jauh dari peradaban mahasiswa dan siap - siap tahun depan pindah kostan. Karena apa? Pasti kalian bakal tergoda dengan kost-kostan di daerah Ciseke, Jalan Sayang dan Caringin.  Mengapa aku bilang daerah ini favorit? Well, 3 daerah ini lumayan strategis dan ramai dengan mahasiswa. Kebanyakan kostan, warung makan, tempat nongkrong, tepat fotokopi, tempat belanja kebutuhan dan lain - lainnya itu berada di antara ketiga daerah itu. Mungkin agak sedikit jauh dari kampus, tapi jalan sedikit demi kumpul dan ngopi bareng temen itu ngga rugi 'kan? (Pengalaman nge-kost di daerah terpencil). Kalau kalian ingin kost - kostan di daerah yang dekat dengan kampus, aku sarankan kalian nge-kost di Cikuda atau Cisaladah (sebenarnya Ciseke juga bisa kok), tapi kalau kalian orangnya sosialita, lebih baik ngekost di 3 daerah itu. Untuk harga, jangan khawatir. Dari 5.6 juta pun kalian masih bisa dapat kamar di sana. Asalkan harus pintar - pintar cari kostan.

3. Jatinangor itu daerah penuh Kriminalitas
Kalau kalian sudah jadi mahasiswa Jatinangor selama satu tahun, kalian sudah bisa merasakan maraknya kejahatan di sekitar Jatinangor. Mulai dari pencurian motor, penjambretan, penjahat kelamin, copet, pencuri helm, hingga pencuri yang masuk ke dalam kamar kost. Wah, pokoknya Jatinangor ini lengkap dengan segala kriminalitas. Maka dari itu kalian yang sudah masuk ke UNPAD, harus hati - hati. Saya bisa menghitung setidaknya lebih dari 5 laporan kejahatan yang di posting oleh OA Line Info Mahasiswa Unpad dan Pesan Anak Unpad. Berdasarkan jumlah kasus, terhitung curanmor paling banyak terjadi. Ini mengindikasikan bahwa kriminalitas di Jatinangor sudah termasuk tinggi. Mungkin para pencuri ini berpikir bahwa kita masih mahasiswa yang baru lepas dari orangtua dan terkadang ceroboh, tak tahu berbuat apa. Kerentanan ini yang membuat para kriminal tersebut beranggapan bahwa kita ini mudah untuk dijadikan korban. Selain itu, tingginya kesenjangan sosial antara warlok (warga lokal) dan warga pendatang bisa menjadi pemicu banyaknya kriminalitas. Ya, sebenarnya kembali lagi ke prinsip : ada kesempatan, ada kejahatan. Pokoknya, kalian yang punya barang berharga : Motor, laptop, mobil, dompet atau lainnya, harus bisa menjaga mulai dari sekarang. Ngga ada salahnya meluangkan waktu menggembok roda motor demi keselamatan motor kalian (Beberapa bulan pertama aku ngga pakai gembok, tapi setelah temen satu jurusan ada yang kecurian motor (padahal di dalam kampus woy), langsung deh aku pake gembok.).

4. Tempat Nongkrong di Jatinangor itu MELIMPAH.
Bagi kalian anak - anak gaul hits yang suka banget sama yang namanya "ngopi" dan "Hang-out", atau sekedar "Di kafe nugas buat Wifi padahal sebenernya biar kalo apdet keliatan rajin dan keren", kalian ngga usah khawatir dengan Jatinangor yang bukan BANDUNG. Karena, di Jatinangor sudah banyak kafe - kafe hits ala - ala bandung yang makanannya udah modern dan instagramable. Ada banyak tipe dan kategori tempat hangout. Ini dia :
  • Sekedar makan dan ngobrol dengan budget mahasiswa hemat : Pujasera, Kantin Pedca. Angkringan samping Kunst
  • Ngobrol sambil menikmati makanan dengan budget tengah - tengah : Ayam Geprek, Ramen Bajuri, Mayasi, Jatos, Kedai Indra dll
  • Ngobrol bareng menikmati suasana, rasa makanan dan ke-aesthethic-kan suasana (bagi kalian mahasiswa kebanyakan duit): Kunst, Dunkin Donuts, J.CO, Checo, Giggle Box dan lain - lain.
  • Tempat nongkrong tanpa duit : Broklyn, MRU.

5. Sulitnya Ojek Online dan Rawan jika Bisnis Ojek Online di Jatinangor
Bagi kalian yang kebiasaan naik ojek online atau taksi online (Go-jek, Go-car, Grab, Uber, dll), di Nangor kalian harus bisa membiasakan diri untuk tidak terlalu bergantung kepada hal - hal online semacam ini. Tentu saja, banyak OA Line yang menawarkan jasa ojek online seperti Octo***, Kang G***h, dan lain - lain. Beberapa teman aku juga biasa order ojek online melalui OA Online ini. Tapi masalahnya sih ya cuma 1, ojek pangkalan. Di Jatinangor ini masih banyak warga lokal yang tidak suka dan bahkan membenci keberadaan ojek online. Banyak kasus di Jatinangor dimana para supir ojek online ini dipukuli dan dihakimi warga lokal. Tidak jarang yang kena korbannya adalah mahasiswa Unpad sendiri yang sedang mencari nafkah. Maka dari itu, aku sarankan kalian harus udah mulai mandiri. Kalau mau pakai ojek online, boleh, tapi jangan sampai terlihat oleh ojek pangkalan. Transaksinya bisa dilakukan ketika kalian sedang On The Way atau di saat sebelum naik ojek. Intinya kalian harus berhati - hati, apalagi jika kalian berniat menjadi salah satu driver ojek online. 

6. Ada TRAVEL Jatinangor - Bandung
Ya, kalau kalian hobi jalan - jalan ke Mall atau tempat - tempat keren di Bandung, kalian ngga usah khawatir. Jatinangor memiliki mobil Travel bagi mahasiswa ataupun warga yang ingin berangkat ke Bandung. Travel ini biasanya memiliki tarif antara 15K hingga 20K. Beberapa travel yang aku tahu dan pernah coba : Geulis, Kiswah, Arnes dan Padjadjaran (yang ini sepertinya sudah tidak ada lagi). Geulis dan Kiswah menurunkan penumpang di Dipati Ukur, sedangkan Arnes di Baltos. Oh iya, kalau kalian ingin lebih murah lagi, kalian bisa naik Damri. Tarifnya hanya 7K, namun memang tidak secepat mobil Travel dan banyak gangguan lain (pengamen misalnya). Setelah sampai di Bandung, gimana tuh? Jangan khawatir. Kalian bisa pesan Go-Jek, Grab, atau Uber di Bandung. Tidak seperti Jatinangor yang rawan, Bandung memang lebih banyak Ojek online dan warganya sudah mulai memaklumi. Asalkan tidak pesan di stasiun/bandara ya guys. Biasanya kalau jemput di tempat - tempat itu dan ketahuan taksi konvensional, driver-nya bisa diancam loh...

7. Sejak tahun 2016, UNPAD mengadakan Mata Kuliah OKK
Mahasiswa semester satu sejak tahun 2016 harus mengikuti mata kuliah OKK. Apa itu OKK? (Olahraga Kebugaran dan Kreativitas). Mata kuliah ini dilaksanakan setiap hari jum'at. Bagaimana sistemnya? Jadi nanti Unpad akan membagi seluruh mahasiswa menjadi beberapa kelompok besar dengan nama daerah di Jatinangor. Misalnya : Kelompok Hegarmanah, Kelompok Sayang, Kelompok Cibeusi. Nah, dari kelompok besar ini, dibagi lagi menjadi beberapa kelompok dengan angka. Misalnya : Cikeruh 1, Cikeruh 56, dan seterusnya. Anggota kelompok ini bermacam - macam. Misalnya dari satu kelompok ada yang jurusan Ilmu Politik, Peternakan, Jurnalistik, Kedokteran Gigi dan Keperawatan. 
Apa saja yang dipelajari? Pada beberapa minggu pertama, kami mendapatkan lecture mengenai kesehatan dan kebugaran, serta seni dan kreativitas daerah. Beberapa minggu kemudian kelompok-kelompok yang telah ditugaskan harus berkunjung ke daerah yang harus dibantu. Pada awalnya kami hanya bertemu, lalu survey. Tak hanya itu, kamipun memberikan lecture kepada warga lokal mengenai kesehatan. Sebelum berakhirnya mata kuliah ini, kami harus membantu warga membersihkan dan mengajak mereka olahraga (senam bersama). Di penghujung acara OKK akan dilaksanakan sebuah kegiatan bernama Inaugurasi OKK. Inaugurasi  ini menandakan akhir dari mata kuliah OKK. Di tahun kami, 2016, inaugurasi dinyatakan gagal. Hal itu disebabkan karena gagalnya pembuatan mozaik mahasiswa dikarenakan kesiapan panitia yang kurang dan tidak terlalu menguasai sistem mozaik. Acara di awal inaugurasi memang meriah, namun kegagalan tersebut menandakan bahwa panitia OKK sendiri masih kurang matang. 
Sebenarnya mata kuliah ini wajib, tapi jujur saja, teman - temanku banyak yang jarang kuliah saat OKK karena tipsen dan mendapat nilai lebih tinggi dari aku (yang hanya bolos satu kali. Thx, Unpad)

8. Ada Odong - odong di UNPAD biar mahasiswa ngga capek
Kalian yang pernah berkunjung ke Unpad pasti tahu kalau Unpad itu luasnya bukan main. Kalau kita mahasiswa Fisip, mungkin dengan jalan dari gerbang lama pun tak akan capek. Bagaimana kalau kalian mahasiswa FEB atau FPIK yang letaknya jauh dari gerbang? Waduh, kayaknya satu jam kemudian baru sampai. Nah, kalian ngga perlu khawatir. Kalau kalian ngga bawa kendaraan, kalian bisa langsung aja naik odong -odong atau angkutan umum yang telah disediakan Unpad. Odong - odong ini gratis dan tidak perlu bayar. Semua orang boleh menggunakan (bahkan warga lokal pun boleh). Odong - odong dan angkutan umum ini dibagi 2 jalur. Jalur IPA dan IPS. Biasanya nanti ada nomor dan kodenya. Kalian bisa lihat di mobilnya. Kalau mau berhenti, kalian bisa pencet bel atau mengatakan fakultas yang ingin dituju pada supir angkutan umum. Biasanya di jam - jam kuliah angkutan ini penuh bukan main. Ada yang sampai rela berdiri dan berdempet-dempetan. Hati - hati saja jangan sampai jatuh.

9. Pengetahuan yang Luas dari Pergaulan
Oke, aku mengalami culture shock ketika aku masuk ke Unpad. Aku tahu bahwa Jatinangor ini adalah ranah sunda dan aku merasa bahwa aku siap untuk menghadapinya. Tapi jangan salah, pergaulan dan kebiasaan mahasiswa itu berbeda - beda. Aku datang dari kota kecil bernama Tasikmalaya dan di lingkunganku, bicara "Urang / Maneh" itu kasar. Apalagi "Aing". Tapi disini? Hal itu sudah lumrah. Mungkin itu kebiasaan yang dibawa anak - anak Bandung ke Jatinangor, jadi mahasiswa pendatang pun mengikuti kebiasaan itu. Tak hanya itu, banyak sekali kebiasaan - kebiasaan luar yang belum pernah aku ketahui sebelumnya, di bawa ke kampus dan menjadi sesuatu yang lumrah. Ya, mungkin kalau di Tasik aku idak suka dandan dan make up. Tapi karena di Fikom orang - orang sudah memakai make up dari SMA (Like... whaaat...) aku jadi terbawa untuk mempelajari hal - hal seperti itu. Sense of fashionku pun berubah. Aku yang awalnya buta akan merk, tiba - tiba jadi tahu mengenai : HnM, Bershka, Pull & Bear, Uniqlo, Stradivarius, Mango, Zara, dan tempat shopping lainnya. Jujur saja, di Tasik tidak ada toko - toko seperti itu dan aku ini tipe orang yang tidak peduli dengan merek. Tapi sesampainya aku di Unpad dan bertemu teman - teman yang memiliki pengetahuan luas tentang life-style, akupun jadi terbuka wawasannya. Namun ini juga berbahaya, karena dompet kamu bakal terkuras (pengalaman kalo belanja sendiri tanpa orang tua). Kalian harus pintar - pintar memilah mana yang baik untuk kalian dan mana yang buruk. Aku tidak akan bohong dan berkata aku bisa memilih yang baik karena jujur saja, di semester 1 dan awal semester 2, aku sempat tersandung. Jadi, hati - hati ya guys!


10. Wifi UNPAD Luar Biasa Kencang
Bagian ini adalah yang paling aku cinta dari Unpad. Wifi Unpad sangatlah kencang. Aku ngga tau di fakultas lain bagaimana, namun di fakultasku sendiri, wifi unpad ini sangat kencang. Dulu sebelum ada sistem pengaman (Pintas), handphone kita bisa langsung ter-connect sendiri dengan wifi-nya. Tapi sejak adanya sistem pengaman Pintas, kita harus log-in terlebih dahulu. Dulu masyarakat luar bisa memanfaatkan wifi, tapi sekarang hanya mahasiswa unpadnya saja yang bisa. Kalian harus mengaktifkan Pintas terlebih dahulu di https://paus.unpad.ac.id/oauth/sign-in . Lalu kalian tinggal log-in di Pintas Unpad. Kalian akan mendapat Username, misalnya username milikku : Jasmine16***5. lalu kalian log in dengan password yang kalian atur sendiri. Kalau kalian sudah jadi mahasiswa, pasti tahu kok.

Jumlah Pendaftar, Kuota dan Peluang lulus Ikatan Dinas 2017/2018

Jumlah Pendaftar Sekolah Kedinasan yang Ikatan Dinas Tahun Akademik 2017/2018. Pendaftaran mahasiswa baru sekolah kedinasan yang ikatan dinas telah ditutup per 31 maret 2017. Waktu pendaftaran yang cukup panjang mengakibatkan jumlah pendaftar membludak, terutama pendaftar PKN STAN. Semakin banyak peserta yang mendaftar, maka peluang untuk lulus pun akan semakin berkurang. Sebagai tambahan informasi, berikut ini saya sampaikan jumlah pendaftar IPDN, PKN STAN, STIS, STIN, STSN, STMKG, POLTEKIM/POLTEKIP, dan STTD tahun 2017/2018.

jumlah pendaftar sekolah ikatan dinas
  • IPDN

    1. Jumlah Pendaftar 48.657
    2. Kuota 1.689
    3. Peluang Lulus 3.47%
  • PKN STAN

    1. Jumlah Pendaftar 166.315
    2. Kuota 6.961
    3. Peluang Lulus 4.19%
  • STIS

    1. Jumlah Pendaftar 24.226
    2. Kuota 600
    3. Peluang Lulus 2.48%
  • STIN

    1. Jumlah Pendaftar 9.377
    2. Kuota 124
    3. Peluang Lulus1.32%
  • STSN

    1. Jumlah Pendaftar 2.820
    2. Kuota 100
    3. Peluang Lulus 3.55%
  • STMKG

    1. Jumlah Pendaftar 11.154
    2. Kuota 250
    3. Peluang Lulus 2.24%
  • POLTEKIP/POLTEKIM

    1. Jumlah Pendaftar 13.707
    2. Kuota 500
    3. Peluang Lulus 3.65%
  • STTD

    1. Jumlah Pendaftar 8.441
    2. Kuota 165
    3. Peluang Lulus 1.95%

Jawara Banten

Hasil gambar untuk jawara banten
Jawara Banten adalah salah satu seni khas bangsa kita. Banten yang dikenal dengan kebudayaan yang masih sangat kental dan asli. Penduduk lokal yang masih menjunjung tinggi kebudayaan asli, entah itu dari kesenian tari sampai seni bela diri. Salah satu eksitensi kebudayan kental banten adalah para jawara yang masih memegang teguh keaslianya.
Ada pula kelompok suku badui yang benar benar masih menjaga nilai kebudayaan suku di jaman serba modern seperti sekarang ini. Berbicara tentang sejarah kebudayaan banten tentang bagaimana jawara hidup dan berkembang memang akan sangat panjang. Di artikel singkat ini mari kita bersama sama menelaah tentang para jawara dan sejarah singkatnya yang dari dulu menjadi tombak kebudayaan bangsa kita, Indonesia.
Sejarah Singkat Jawara Banten
Jika kita menelaah dengan detail tentang sejarah Jawara Banten, mungkin anda akan bosan dalam membacanya. Panjanganya sejarah yang bisa di ungkap memang sudah sewajarnya, mengingat jawara Banten sangat di kenal di masyarakat banten sendiri bahkan Indonesia. Disini kita akan membahas secara singkat.
Kemunculan jawara bukanlah kemunculan sosok kemarin sore, mereka sudah ada dan berkembang sejak pada kerajaan sunda, dan bahkan hingga pada jaman modern seperti sekarang ini, eksitensi mereka masih mencuat di permukaan. Bahkan di Banten sendiri sekitar abad ke 19, keberadaan jawara menjadi sosok elit di masyarakat.
Di Banten, keberadaan jawara memang masih kalah dengan ulama. Tetapi kenyataan di lapangan para ulama dan jawara berjalan berdampingan dan mendapatkan porsi tempat terhormatnya sendiri. Keberadaan mereka sudah di anggap oleh masyarakat sebagai dua sisi mata uang logam. Sebagian dari mereka bahkan percaya bahwa jawara adalah khodamnya para ulama.
Dalam perjalanan waktunya, sosok jawara mendapatkan nilai tersendiri di pola pikir masyarakat dahulu hingga sekarangan, ada yang positif ada pula yang berfikir negatif. Hal ini karena sepak terjang para jawara yang sempat mengambil alih perjalanan sejarah di Banten dan Jawa bagian barat. Masa masa itu adalah pada masa kerjaan Sunda, Kesultanan Banten, dan pada masa kolonial Belanda.
Dan pada akhir akhir ini karakter jawara itu sendiri dikenal dengan karakter kekerasan yang berhubungan dengan seni bela diri. Terkontaminasinya nama baik jawara memang tidak lepas dari pencitraan yang buruk yang dilakukan oleh para jawara sekarang ini. Mereka bahkan mengelompokan diri dengan kultur dan gaya berbicara yang khas.
Bahkan masyarakat banten menganggap hal itu termasuk dalam premanisme. Kesan yang seperti itu selalu muncul juga karena peran dari para ahli dan memiliki ilmu yang digjaya yang menganggap diri mereka adalah seorang pendekar, bukan  jawara.
Penafsiran Singkat Sejarah Jawara
Penafsiran sejarah Jawara Banten di bagi empat. Ini adalah ringkasan singkat catatan seorang sejarahwan di kabupaten Lebak, Miftahul Falah, S.S. Penafsiran pertama adalah kerajaan Sunda dengan gamblang menggunakan beberapa kelompok masyarakatnya sebagai media penghubung antara sanga raja dengan masyarakat.
Dalam kasus ini adalah para jawara. Mereka diminta oleh pihak kerajaan sebagai pemegang kewenangan soal urusan melayani raja dan rakyat dan juga melindungi mereka. Penafsiran yang kedua adalah ketika kaum jawara lahir pada jaman Kesultanan Banten, yang pada saat itu dipegang oleh sultan yang bernama Maulana Hasanuddin. Pada saat itu, untuk melawan pasukan padjajaran yang memang sangat kuat, sultan memilih dan membentuk kelompok kuat baik lahir maupun batin. Pada saat itu lahirlah Jawara.
Penafsiran ketiga adalah ketika dibentuknya perkumpulan yang bernama Orok Lanjang pada sekitar tahun 1931 oleh sekolompok pemuda banten. Orok Lanjang yang secara harfiah berarti bayi yang sedang beranjak dewasa. Penafsiran terakhir lahirnya jawara adalah ketika pada jaman kolonial Belanda pada abad 19 yang secara mengejutkan digerakan oleh kaum ulama.
Sejarah terbentuknya jawara memang di dasari oleh pengaruh ulama pada saat itu. Para ulama memiliki dua kelompok pada saat itu. Kelompok pertama adalah para santri yang nantinya akan menggantikan peran ulama itu sendiri. Kelompok kedua adalah mereka yang bisa menguasai ilmu bela diri dan pencak silat. Kelompok kedua ini benar benar di bina kemampuan fisiknya untuk melawan kolonial Belanda pada waktu itu.
Jawara Banten di Era Modern
Para jawara Banten masih tetap mengokohkan eksitensinya sampai sekarang setelah melalui sejarah yang sebenarnya masih sangat panjang untuk di untai. Eksistensi yang di lakukan beberapa kelompok Jawara di Banten adalah melalui olahraga bela diri dan mengikuti beberapa kompetisi nasional sampai internasioanal.
Namun akhir – akhir ini, prestasi yang di dapat untuk gelar jawara di Banten sangatlah minim prestasi. Pengelolaan yang masih acak adul mungkin menjadi penyebab utama bobroknya kesenian bela diri legenda ini. Untuk menanggulangi hal tersebut para peguron (guru silat) akan segera mengembangkan prestasi yang tidur sejak lama dan meminta dukungan penuh pada pemerintah untuk mengadakan fasilitas dan kesejahteraan pagi para Jawara.
Ternyata saran tersebut sekarang mulai disambut dengan sangat positif oleh pihak KONI. Untuk memaksimalkan sepak terjang para Jawara dan lebih dikenalkan lagi peran seni bela diri Banten kepada masyarakat luar, pemerintah bersedia memberikan fasilitas maksimal untuk hal tersebut.  Para peguron juga berjanji akan lebih sering memberikan pelatihan khusus agar nantinya bisa menjuarai PON dan lahir kembali menjadi kesenia bela diri yang sangat kaya bagi bangsa kita. Itulah beberapa sejarang singkat tentang para Jawara Banten dan kelangsungan eksitensi hingga detik ini.

Ini Dia Mitos Kampus IPB yang Harus Kamu Tau

Gambar terkait
Mitos kampus selalu menjadi bahasan menarik di kalangan mahasiswa, tidak terkecuali di IPB. Dari sekian banyak cerita, KITA telah merangkum lima mitos teratas yang wajib kamu tahu.

1. Hantu di pohon dekat asrama A5
Kala itu asrama A5 masih terletak di daerah IPB belakang. Buat anak PPKU, mungkin sekarang lebih mengenalnya dengan A6. Alkisah ada seorang mahasiswi A5 yang tiba-tiba saja tidak sadarkan diri. Ketika ditanyakan, ternyata dia melihat sesosok perempuan di pohon dekat A5. Waduh perempuan beneran atau bohongan, tuh?

2. Nona baju putih Wisma Landhuis
Sebagian besar orang percaya bahwa Wisma Landhuis pernah ditinggali oleh keluarga Belanda. Apalagi bentuk bangunannya memang sedikit berbeda dan terlihat ala-ala Belanda, gitu. Jadi tidak heran jika ada mitos nona Belanda berbaju putih yang mendiami wisma tersebut.

3. Satpam terbang
Mitos yang satu ini sangat terkenal dikalangan mahasiswi yang asramanya bertingkat lebih tinggi dari yang lain, sebut saja A4. Suatu ketika, seorang mahasiswi mendapat teguran dari satpam karena jendelanya belum ditutup padahal malam sudah larut. Dia pun segera menutup jendela dan berterima kasih pada Bapak Satpam. Kemudian dia baru sadar, ‘lho, kan aku tinggal di lantai empat?'

4. Asrama B yang hilang
Pernah, gak, kamu menanyakan ‘kenapa asrama perempuan diawali dengan huruf A sedangkan asrama laki-laki diawali dengan huruf C?’ Nah, inilah yang mengawali munculnya mitos hilangnya asrama B. Ada yang berasumsi asrama B sebenarnya diperuntukkan bagi mahasiswi dan pernah dibangun. Sayangnya asrama ini habis terbakar sehingga hilang begitu saja. Kira-kira di mana ya asrama ini dibangun?

5. Tukang parkir
Apa? Ada hantu berwujud tukang parkir? Tenang, mitos terakhir bukan kisah serem kok. Buat kamu yang pernah bawa motor dan parkir di Bara pasti pernah merasakan ini. Parkir, ninggalin motor, dan saat kembali tiba-tiba ada kardus yang menutupi motormu. Hingga datanglah tukang parkir yang berdiri manis di motor. Yup! Sebagian mahasiswa menganggap tukang parkir Bara mitos karena sering tiba-tiba muncul begitu KITA akan membawa motor yang diparkir tadi. Aduh, Bang, ngumpet di mana, sih? Kok jarang kelihatan. 


Wednesday, March 28, 2018

Kebudayaan Banten

Awalnya Banten merupakan bagian dari wilayah provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2000, Banten kemudian resmi berpisah dan menjadi provinsi mandiri dengan ibu kota Serang. Banyak hal yang menarik dari kebudayaan di Banten, untuk itu seperti biasa akan kita bahas secara singkat mengenai rumah adat, pakaian adat, tarian daerah dan yang lainnya.

1. Rumah Adat

Rumah adat Banten adalah rumah adat suku Baduy, oleh Karena itu pemerintah menetapkan nama rumah adat Banten adalah rumah Badui. Rumah tradisional ini berupa panggung yang terbuat dari dari kerangka bambo, kayu nangka, kayu jati serta batang pohon kelapa dengan beratapkan daun nyiur ataupun ilalang dan lantainya  yang terbuat dari pelepah bambu yang telah dibelah.


Rumah Adat Badui

2. Pakaian Adat

Pakaian adat Banten pada Pria mengenakan pakaian model baju koko dengan lehernya yang tertutup. Serta pakaian bawahnya  dilengkapi celana panjang serta diikatkan dengan kain batiknya. Pada bajunya dikenakan ikat pinggang dan diselipkan sebilah parang di ikat pinngang tersebut bagian depan. Serta di bahu diselempengkan sehelai kain.

Sedangkan pakaian adat Banten pada wanitanya, memakai baju adat kebaya serta kain batin sebagai bawahannya. Pakaian ini juga diselempangkan sehelai kain di bahu dan dihiasi dengan bros kerajinan tangan pada bagian depan kancing kebayanya. Pada rambut di sanggul dan dihiasi dengan kembang goyang berwarna keemasan.



3. Tarian Daerah: Tari Topeng 

Tarian ini dilakukan oleh satu orang pria atau lebih sesuai dengan kebutuhan. Gerakkan tari ini tempak gemulai.Tarian topeng mengisahkan tentang seorang rasa yang balas dendam karena cintanya yang ditolak.

Tari Topeng


4. Alat Musik: Angklung Buhun, Pantung Bambu, Rampak Beduk.

5. Senjata Tradisional: Parang

6. Bahasa Daerah: bahasa Jawa Banten dan bahasa Sunda

7. Suku bangsa: Suku Baduy

7 Spot Horror ITB

Sebentar lagi ITB berumur 100 tahun. Tua banget, kan? Tak heran kalau banyak spot di dalam kampus itu angker. Dari bentuk bangunan yang klasik, ditambah tingkat stres tinggi pada zamannya, memunculkan sebuah kisah mencekam di sana. Seperti kematian tragis dari mahasiswanya.
Hasil gambar untuk itb

1. Gedung PAU.

7 Spot Angker di Kampus ITB, Ada Hantu Dagang Soto Juga!i1.wp.com
Gedung yang berseberangan dengan Perpustakaan Pusat ITB ini dulunya menjadi lokasi bunuh diri seorang mahasiswa. Ia melompat dari puncak gedung. Tak mengherankan kalau mahasiswa jarang berani pergi sendirian ke gedung ini.
Karena kabarnya, ada arwah penasaran yang sering menampakkan diri, terutama di puncak gedung.

2. Labtek II.

7 Spot Angker di Kampus ITB, Ada Hantu Dagang Soto Juga!c1.staticflickr.com
Mereka yang sering jadi korban penampakan di sini adalah anak FSRD atau anak Arsitek. Ada beberapa versi penampakan. Di antaranya tukang bakso yang menawarkan jualannya dari luar jendela lantai II. Versi lain menyebut kalau suka ada tukang soto mendorong gerobaknya keluar dari lift menuju ruang studio.
Kisah semacam ini yang sering membuat anak kedua jurusan itu ogah sendirian di studio sampai larut malam.

3. Jalan Tamansari.

7 Spot Angker di Kampus ITB, Ada Hantu Dagang Soto Juga!Boombastis
Tempatnya memang bukan termasuk areal kampus. Tapi ruang kuliah Mesin dan Sipil berbatasan langsung dengan jalan ini, sekaligus kerap dijadikan jalur pulang. Sudah jalannya gelap, susah dipakai ngebut gara-gara gak rata, di jalan ini kadang ada penampakan kuntilanak yang melayang di antara pepohonan.
Suasana makin seram karena terkadang ada suara hewan selalu berbunyi di kala malam.

4. Laboratorium Mesin.

7 Spot Angker di Kampus ITB, Ada Hantu Dagang Soto Juga!cdn0-a.production.liputan6.static6.com/
Slogan "Solidarity Forever" yang biasa dikumandangkan anak Mesin rupanya menginspirasi hantu di ruangan laboratorium mereka. Biasanya para hantu ini menunjukkan eksistensinya dengan menggerakkan meja atau menghidupkan peralatan di laboratorium.

5. Gedung FSRD Lantai III.

7 Spot Angker di Kampus ITB, Ada Hantu Dagang Soto Juga!simomot.com
Ini benar-benar seram, tapi bikin terlena. Maklum, hantunya berhidung mancung dan berkulit putih ala noni Belanda. Tidak ada yang mengetahui siapa dia sebenarnya.
Namun yang jelas dia selalu hadir menemani mahasiswa FSRD yang lagi nglembur di studio lantai III gedung ini. Tak hanya menemani, si hantu pun ternyata bisa diajak ngobrol, lho.

6. Toilet Farmasi.

7 Spot Angker di Kampus ITB, Ada Hantu Dagang Soto Juga!2.bp.blogspot.com
Penampakan di tempat ini tergolong jarang terjadi. Karena Farmasi isinya kebanyakan perempuan, orang jarang melewati tempat itu. Lebih gampang lewat kolam Intel alias Indonesia Tenggelam.
Tapi, buat yang lagi beruntung, bakal ada yang menemukan percikan darah segar di toilet ini. Tak hanya mewarnai lantai, tapi juga tembok dan cermin.

7. Area belakang Perpustakaan Pusat ITB.

7 Spot Angker di Kampus ITB, Ada Hantu Dagang Soto Juga!Wikipedia
Spot horor lainnya terletak di area kosong antara belakang Perpustakaan Pusat ITB dengan Jurusan Tambang. Hantunya termasuk ramah, tidak macam-macam. Tapi, siapa yang gak bakal ketakutan saat berpapasan dengan bapak-bapak tua yang memikul dagangannya sekitar jam 12 malam?
Gimana? Berminat mengadu nyali di Kampus ITB?

Tuesday, March 27, 2018

10 Universitas dengan Nilai SBMPTN tertinggi 2017

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengumumkan hasil SBMPTN 2017 pada 12 Juni 2017. Cek 10 perguruan tinggi dengan nilai soshum dan saintek tertinggi serta fakta seru lainnya dari SBMPTN 2017 berikut ini.
Nah, dari 85 kampus yang berpartisipasi di SBMPTN 2017, Inilah deretan perguruan tinggi dengan nilai rata-rata ujian Sains Teknologi serta Sosial Huaminora tertinggi. Artinya, skor calon mahasiswa yang ikutan tes saintek/soshum dan memilih kampus ini relatif tinggi.
10 Perguruan Tinggi dengan Nilai Saintek Tertinggi
10 Perguruan Tinggi dengan Nilai Soshum Tertinggi
Kalau diamati, perguruan tinggi dengan skor rata-rata peserta tes Saintek dan Soshum tertinggi hampir sama dengan SBMPTN 2016 lalu. Yup, urutan 4 besarnya sama persis dengan tahun lalu. Sedangkan peserta SBMPTN yang meraih skor tertinggi masuk program studi Ilmu Komputer‍  dan Ekonomi Universitas Indonesia. 
Program Studi yang Paling Banyak Dipilih SBMPTN 2017
Sementara untuk program studi yang paling banyak dipilih oleh peserta SBMPTN adalah:
1. Manajemen
2. Akuntansi‍ 
3. Hukum‍ 
4. Pendidikan Dokter
5. Teknik Sipil 
6. Ilmu Komunikasi‍ 
7. Teknik Informatika
8. Psikologi
9. Farmasi
10. Agribisnis
10 Perguruan yang Paling Banyak Menerima Mahasiswa di  SBMPTN 2017
1. Universitas Brawijaya‍ 4,176 peserta
2. Universitas Nusa Cendana‍ 4,122 peserta
3. Universitas Negeri Padang 4,022 peserta
4. Universitas Padjadjaran‍ 4,020 peserta
5. Universitas Diponegoro‍ 3,546 peserta
6. Universitas Udayana‍ 3,470 peserta
7. Universitas Indonesia‍ 3,467 peserta
8. Universitas Sumatera Utara‍ 3,415 peserta
9. Universitas Sebelas Maret‍ 3,351 peserta
10. Universitas Pendidikan Indonesia‍ 3,221 peserta
Daerah dengan Nilai Rata-Rata Peserta SBMPTN Diterima Tertinggi
Saintek
1. DKI Jakarta
2. DI Yogyakarta
3. Banten
4. Jawa Tengah
5. Jawa Barat
6. Jawa Timur
7. Lampung
8. Sumatera Barat
9. Riau
10. Bali
Soshum
1. DKI Jakarta
2. DI Yogyakarta
3. Banten
4. Jawa Tengah
5. Jawa Barat
6. Jawa Timur
7. Lampung
8. Sumatra Selatan
9. Sumatra Barat
10. Kalimantan Selatan
***
Di antara sekitar 148 ribu calon mahasiswa yang lulus SBMPTN 2017, ada 38 peserta yang berkebutuhan khusus tuna rungu, tuna wicara, tuna netra, dan tuna daksa. Mereka berhasil menembus beberapa program studi seperti Teknik Industri Universitas Indonesia, Sosiologi Universitas Negeri Surabaya, Arsitektur dan Sastra Jepang Universitas Brawijaya, dan banyak lainnya. Yup, ini sesuai dengan semangat pendidikan yang ditujukan untuk semua masyarakat Indonesia
#Sumber : youthmanual.com